Berita Solo Terbaru

Kekeh Miliki Tanah Sengketa Sriwedari, Pemkot Solo Segera Lakukan Revitalisasi Pakai Dana CSR

Fasilitas umum yang berada di tanah sengketa Sriwedari akan direvitalisasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

TribunSolo.com/Adi Surya
Lahan Sriwedari yang sebagian dibuat masjid oleh Pemkot Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Fasilitas umum yang berada di tanah sengketa Sriwedari akan direvitalisasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Perencanaan perbaikan ini telah disusun dan akan mengunakan dana corporate social responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan.

Tindakan ini merujuk pada adanya sertifikat lahan hak pakai (HP) 40 dan 41 yang dimiliki Pemkot Solo melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

"Secara hak penguasaan atau hak tanah, sampai hari ini milik Pemkot Solo, terbukti ada HP 40 dan 41 yang tercatat pada BPN, serta hingga saat ini tidak ada pembatalan dari BPN," kata Kabag Hukum Setda Solo, Eni Rosana, Rabu (22/12/2021) saat berada di Gedung DPRD Solo.

Baca juga: Ahli Waris Sebut 16-0 Soal Kasus Sriwedari, Begini Pandangan Eks Wali Kota Solo Rudy

Baca juga: Banding Kasus Sengketa Sriwedari Ditolak PT Semarang, Pemkot Solo Jelaskan Langkahnya Minggu Depan

Eni tidak membenarkan bila HP sudah dimiliki ahli waris.

"Kalau ada statement bahwa HP sudah menjadi milik ahli waris sebagai pemegang keputusan inkrah, itu tidak benar," ucap dia.

"Karena yang membatalkan BPN. Pengadilan pun tidak bisa membatalkan, kalau tidak ada pembatalan dari BPN," imbuhnya.

Sehingga secara de facto tanah sengketa Sriwedari milik Pemkot Solo dan perlu adanya pemeliharaan.

"Makanya ini secara de facto milik Pemkot. Makanya akan ada pemeliharaan, dan lainnya. Dalam waktu dekat ini melalui CSR, pertama disentuh segaran," ujar dia.

"Sehingga seperti tempo dulu. Ada perahu, ada pulau, ada pertunjukan keroncong. Ini dikembalikan seperti dulu," imbuhnya.

Selain itu, Eni mengatakan rencana revitalisasi dan perawatan bakal mengunakan dana dari CSR.

"Akan dikembalikan sebagai fungsi public spacenya. Ruang terbuka dan diisi satwa yang bisa bergaul di masyarakat. Termasuk masjid raya yang dicarikan dana CSR," tutur dia.

"Pembangunan ini murni dari dana CSR. Tidak ada satu sen pun dari APBD," imbuhnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved