Liga 2

PSIM Dikepung 3 'Tim Sultan' pada Semifinal Liga 2, Reaksi Seto: Sultan di Indonesia ada di Jogja

PSIM bakal bersaing dengan RANS Cilegon FC, Persis Solo dan Martapura Dewa United di empat besar Liga 2 2020/2021.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Adi Surya Samodra
Seto Nurdiyantoro, pelatih PSIM Yogyakarta. 

TRIBUNSOLO.COM -- Pelatih PSIM Yogyakarta Seto Nurdiyantoro melemparkan perang urat syaraf jelang semifinal Liga 2.

Hal itu disampaikan Seto saat ia disinggung situasi yang dihadapi PSIM.

Bisa dibilang PSIM Yogyakarta dikeroyok tiga tim yang disebut sebagai tim ‘sultan’ pada semifinal Liga 2

Bagaimana tidak? PSIM bakal bersaing dengan RANS Cilegon FC, Persis Solo dan Martapura Dewa United di empat besar Liga 2 2020/2021.

Baca juga: Kutukan Irfan Bachdim : 4 Kali Starter, Persis Solo Menang Sekali, Kalah dari PSIM & Rans Cilegon

Baca juga: Demi Kasim Botan, Rival Bebuyutan Persis Solo & PSIM Jogja Saling Sikut, Kaesang Turun Tangan

Laskar Mataram kebagian melawan tim-nya Raffi Ahmad, RANS Cilegon FC, sementara tim-nya Kaesang Pangarep, Persis Solo bersua Martapura Dewa United.

Tak gentar dengan komposisi tim yang akan dihadapi, Seto justru berani menebar psywar.

"Dari media sosial, tiga tim itu katanya tim sultan. Ya okelah mereka, kualitas pemain bagus, dana juga mumpuni, tapi Sultan di Indonesia ada di Yogyakarta," ujarnya penuh semangat saat sesi jumpa pers usai timnya lolos ke semifinal, Rabu (23/12/2021).

Melansir Tribunnews, Kamis (24/12), Seto lantas menjelaskan, bertemu RANS Cilegon menjadi kebanggaan bagi dirinya, karena adanya sosok di tim tersebut yakni Rahmad Darmawan dan Bambang Nurdiansyah sebagai figur sosok yang dihormatinya.

Pelatih berlisensi A AFC asal Kalasan, Sleman itu pun siap untuk mencuri ilmu dari pelatih lawan di laga nanti.

Suporter

Sementara itu, pada semifinal nanti, PSIM terancam tidak akan mendapat dukungan suporter.

Pasalnya, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan jika semua laga pada babak semifinal di stadion Pakansari, Cibinong, Bogor serta babak final dan babak perebutan tempat ke-3 yang akan dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno akan digelar tanpa penonton.

Hal itu merujuk pada surat izin Kapolri perihal izin keramaian kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2, surat rekomendasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) perihal rekomendasi kegiatan kompetisi Liga 1 dan Liga 2, Inmendagri tentang pencegahan dan penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Natal dan Tahun Baru serta merujuk pada Surat LIB perihal pemberitahuan pelaksanaan babak semifinal dan final kompetisi Liga 2 musim 2021.

“Walaupun kami pasti akan merasakan kehilangan dari dukungan suporter yang luar biasa selama putaran 8 besar, kami dapat mengerti sepenuhnya keputusan LIB meniadakan supporter di pertandingan semifinal dan final liga 2, mengingat rawannya penyebaran Virus Covid-19 varian Omicron terutama di masa Natal dan tahun baru ini,” sambung CEO PSIM Bima Sinung Widagdo dalam siaran pers yang diterima KOMPAS.TV.

Meski demikian, Bima tetap meminta kepada suporter PSIM Jogja untuk terus mendoakan dan mendukung perjuangan tim asuhan Seto Nurdiyantoro di babak berikutnya meski secara tidak langsung.

“Kami harapkan dukungan dan doa dari suporter untuk mengiringi perjuangan kami di babak semifinal dan final,” tandas Bima, dikutip dari Kompas.tv. (*)

Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved