Piala AFF 2020

Pernah Ramal Vanessa-Bibi, Indigo Ini Prediksi Timnas Indonesia di Piala AFF 2020: Sampai 85 Persen

Hard Gumay memejamkan matanya dan coba menerawang soal nasib Timnas Indonesia di Piala AFF. Ini hasil prediksinya:

Tayang:
Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Rifatun Nadhiroh
AFP/ROSLAN RAHMAN
Pemain Indonesia Pratama Arhan Alif Rifai (kiri) diberi ucapan selamat oleh rekan setimnya Irfan Samaling Kumi (tengah) dan Hanis Saghara Putra setelah mencetak gol pada leg kedua pertandingan semifinal sepak bola AFF Suzuki Cup 2020 antara Singapura dan Indonesia di National Stadium di Singapura pada 25 Desember 2021. Laga semifinal leg 2 antara Indonesia vs Singapura menyajikan beragam drama dan kontroversi 

TRIBUNSOLO.COM -- Seorang indigo bernama Hard Gumay membeberkan prediksinya terkait perjalanan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2020.

Sebelumnya, nama Hard Gumay sempat menjadi sorotan publik saat menerawang nasib Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah beberapa waktu lalu.

Lantas bagaimana prediksi Hard Gumay tentang peluang Indonesia di Piala AFF 2020?

Dalam video yang diunggah 9 Desember 2021 lalu, Hard Gumay mengatakan Timnas Indonesia di bawah tangan Shin Tae-yong perlahan bakal berubah menjadi lebih baik.

Baca juga: Jelang Final Piala AFF 2021, Arhan Absen, Irianto Cedera Ringan, Shin Tae-yong Tetap Optimis

Baca juga: Prediksi Final Piala AFF 2020: Waspada Indonesia, Lawan Punya Pemain Berjuluk Messi dari Thailand

Hard Gumay memejamkan matanya dan coba menerawang soal nasib Timnas Indonesia di Piala AFF.

Ia sempat menerawang ada keributan kecil antara Shin Tae-yong dan pemain.

Seperti diketahui, ketika semifinal Piala AFF 2020, Shin Tae-yong sempat ribut kecil dengan ofisial Timnas Singapura.

Hal itu setelah Tim Singapura mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia.

Asnawi Mangkualam, disebut mengucapkan thank you ke striker Singapura Faris Ramli, setelah gagal mencetak penalti di Piala AFF 2021, Sabtu (25/12/2021).
Asnawi Mangkualam, disebut mengucapkan thank you ke striker Singapura Faris Ramli, setelah gagal mencetak penalti di Piala AFF 2021, Sabtu (25/12/2021). (Twitter)

Setelah itu, Shin Tae-yong juga sempat menegur aksi Asnawi Mangkualam kepada pemain Singapura yang gagal mengeksekusi penalti.

"Kemenangan atau kekalahan. Gue melihat di sini ada cahaya terang. Kebahagiaan. Ada tawa ya. Namun juga ada ribut kecil sebanyak kadarnya 85 persen," ucap Hard Gumay menerawang.

"Jadi di awal-awal Timnas Indonesia inia da menangnya. Mendapat pengakuan, sampai di ujung-ujung di akhir hanya sampai 85 persen pertandingan," ujar dia.

Hard Gumay tak menampik jika penampilan Timnas Indonesia akan terus berkembang di bawah Shin Tae-yong.

Hal itu karena ia membaca karakter pelatih asal Korea Selatan itu yang disiplin dan pekerja keras.

Namun prediksinya justru menyebut Shin Tae-yong tidak akan bertahan lama sebagai pelatih Timnas Indonesia.

"Jadi dia kembali ke asalnya. Korea Selatan. Tidak lama dia akan kembali," ramal Hard Gumay.

Hard Gumay tak menjelaskan secara gamblang apakah Indonesia akan juara Piala AFF 2020 atau tidak.

Ia hanya berujar, ke depan Timnas Indonesia akan semakin berkembang menjadi lebih baik,

"Namun yang pasti saya lihat, pemain Timnas Indonesia akan semakin maju. Setahun, dua tahun, tiga tahun progresnya semakin bagus dan berkembang," kata Hard Gumay.

Ia lalu mengajak suporter Timnas Indonesia agar mendukung tim kesayangan di Piala AFF 2020 hingga menjadi juara.

Simak video selengkapnya di bawah:

Diketahui, Timnas Garuda akan menghadapi Thailand dalam dua laga final PIala AFF 2020.

Final leg pertama akan digelar hari ini di Stadion The National Singapura. Sedangkan leg kedua akan digelar Sabtu (1/1/2022) pukul 19.30 WIB

Ini adalah laga final keenam yang pernah ditorehkan timnas Indonesia dalam sejarah turnamen Piala AFF. 

Sebelumnya, tim Garuda juga pernah berlaga di babak final Piala AFF 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016. Namun, belum pernah keluar sebagai juara.

Sebaliknya, Thailand, merupakan tim tersukses di sepanjang sejarah Piala AFF.

Mereka pernah lima kali juara, yakni pada 1996, 2000, 2002, 2014, dan 2016.

Tiga di antaranya mereka raih setelah mengalahkan Indonesia di final, yakni pada edisi 2000, 2002, dan 2016.

Meski tak pernah menang melawan Thailand dalam tiga laga final AFF, pelatih Indonesia, Shin Tae-yong optimistis kali ini hasilnya bisa berbeda.

“Bola itu bulat. Tak ada yang tahu siapa yang akan menang,” tutur Shin Tae-yong dalam wawancara via telepon dengan media Korea Selatan, News 1, seperti dikutip dari kompas.com, kemarin.

Shin Tae-yong hanya selangkah lagi bisa mengantarkan Indonesia kepada pencapaian bersejarah, yakni dengan menjadi juara Piala AFF untuk pertama kali. 

Dia akan berjuang untuk bisa mengantar Indonesia menjadi juara.

Shin Tae-yong memberikan instruksi kepada para pemain Timnas Indonesia saat menghadapi Tajikistan di Republican Central Stadium dalam laga uji coba yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Garuda, Selasa (19/10/2021) malam WIB.
Shin Tae-yong memberikan instruksi kepada para pemain Timnas Indonesia saat menghadapi Tajikistan di Republican Central Stadium dalam laga uji coba yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Garuda, Selasa (19/10/2021) malam WIB. (Instagram @PSSI)

Meski begitu, pelatih asal Korea Selatan berusia 51 tahun tersebut kembali menegaskan, proyek jangka panjang, tetap tak kalah penting.

“Andai pergantian generasi ini berjalan baik, maka 10 tahun ke depan sepak bola Indonesia bisa menjadi lebih bagus,” tutur Shin Tae-yong.

Piala AFF 2020 memang menjadi kesempatan Shin Tae-yong untuk meretas generasi baru timnas Indonesia. 

“Saya ingin menciptakan kerangka kerja untuk pembangunan berkelanjutan daripada hasil instan. Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa,” ujar Tae-yong.

Pada Piala AFF Suzuki Cup 2020, Thailand menyandang status tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit. Skuad Gajah Perang juga belum terkalahkan. Catatan itu membuat Thailand masih difavoritkan untuk menjadi juara.

Meski difavoritkan, Alexandre Polking, pelatih timnas Thailand tetap merendah dan menganggap Indonesia sebagai tim yang patut diwaspadai.

Dia mengatakan bahwa Indonesia juga memiliki potensi. Dia menyadari itu setelah melihat penampilan skuad Garuda pada tiga laga terakhir di Piala AFF 2020.

 "Saya tidak berpikir ada tim yang lebih difavoritkan ketika sampai di final," kata Alexandre Polking. 

"Jelas, kami mencapai final dengan reputasi bagus, tapi saya menyaksikan tiga laga yang dimainkan Indonesia secara langsung di stadion, ketika mereka melawan Malaysia dan dua semifinal (kontra Singapura)," ujar Polking.

Ia mengatakan, Timnas Indonesia bisa menjadi sangat berbahaya.

"Mereka punya pemain yang sangat cepat. Mereka juga bermain sangat agresif. Kami sangat menghormati mereka dan kami tahu itu (final) akan kembali menjadi dua laga yang sangat berat," tutur pelatih kelahiran Brasil tersebut.

Ketika Thailand menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit, Indonesia datang ke final dengan status tim tersubur. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved