Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Sindiran Pengamat Politik untuk Puan Maharani : Bagi-bagi Sembako Malah Perburuk Elektabilitas

Pengamat Psikologi Politik UNS, Moh Abdul Hakim menilai upaya yang dilakukan Puan membagikan sembako ini malah bisa jadi bumerang baginya.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com/Agil Trisetiawan
Paket bantuan sembako bergambar Puan Maharani yang tiba di kediaman Ketua PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, Rabu (5/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Paket bantuan sembako dengan kemasan bergambar Puan Maharani mengguyur kawasan Solo dan kabupaten-kabupaten disekitarnya, beberapa hari terakhir.

Di Kota Solo, Ketua PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo didrop ribuan paket beras untuk dibagikan.

Baca juga: Terjawab, Siapa Bos Besar yang Belikan Paket Sembako Bergambar Puan Maharani Untuk Dibagikan di Solo

Lalu di Kabupaten Sragen misalnya, ada total 10.000 karung beras dengan berat masing-masing 5 kilogram.

Semuanya sama, dikemas dengan tas bergambar foto Puan Maharani

Banyak pengamat meyakini, pembagian sembako itu merupakan alat politik untuk mendongkrak elektabilitas Puan Maharani sebagai calon Presiden Republik Indonesia.

Lantas, seberapa efektif strategi Puan mendongkrak elektabilitas menggunakan sarana sembako ini?

Berdasarkan dua lembaga survei, saat ini elektabilitas Puan Maharani per Agustus 2021 sebagai calon presiden masih cukup rendah, hanya diangka 1 % - 1,4 % saja. 

Pengamat Psikologi Politik UNS, Moh Abdul Hakim menilai upaya yang dilakukan Puan membagikan sembako ini adalah strategi yang cukup menarik. 

"Sembako ini menjadi strategi yang menarik, mengapa? karena di tengah situasi ekonomi yang sulit karena pandemi, sembako menjadi tawaran yang tidak bisa ditolak oleh masyarakat," ujarnya kepada TribunSolo.com, Rabu (5/1/2022).

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved