Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Gibran Beberkan Syarat PTM 100 Persen di Solo: Harus Sudah Divaksin

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka belum terburu-buru membuka pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

TribunSolo.com/Agil Tri
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka kenakan Jersey Persis Solo, Rabu (15/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka belum terburu-buru membuka pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Dia ingin, sebelum PTM dibuka 100 persen, anak-anak harus sudah disuntik vaksin covid-19 terlebih dahulu.

Sehingga, pembukaan PTM 100 persen masih akan berlangsung secara bertahap.

Baca juga: Sosok Brigadir Miswandi, Polisi yang Gantikan Jaga Jemuran Gabah Agar Warga Bisa Pergi Vaksin

Baca juga: Kebijakan Baru Pemerintah Italia: Pesepak Bola dan Atlet Olah Raga Wajib Vaksin Covid-19

"Minggu depan sudah 100 persen yang kelas IX dulu," katanya, Rabu (5/1/2022).

"Minggu depannya lagi, yang 100 persen yang kelas VIII. Jadi bertahap," tambahnya.

Program percepatan vaksinasi di Kota Solo sendiri masih terkendala dengan adanya program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), sehingga harus menunggu sebulan untuk divaksin.

Sehingga Satgas Covid-19 Kota Solo harus menunggu waktu interval dari BIAS selama 4 minggu.

Baca juga: Dua Warga Malang Terjaring Razia Nataru di Sukoharjo, Langsung Disuntik Vaksin di Tempat 

"Kan nggak boleh suntiknya tumpuk-tumpuk. Tapi kita prioritaskan BIAS baru vaksin," ujar dia.

Menurutnya, pelaksanaan PTM 100 persen tetap dimulai bertahap sambil memantau situasi.

Namun dia menegaskan PTM 100 persen bakal berlangsung penuh pada Februari 2022.

Baca juga: Anak Berkebutuhan Khusus di Sragen Juga Disasar Vaksin: Banyak yang Takut, Harus Dipegangi Orangtua

"Kasihan yang kecil-kecil. Kita pengin lebih aman saja. Kita lihat ada lonjakan kasus nggak, harus hati-hati, terutama untuk anak 6-11 tahun," ujarnya.

Ditanya soal daerah lain yang sudah siap melaksanakan PTM 100 persen untuk anak-anak, Gibran menjawab santai. 

Sebab di Solo, ada kelompok anak-anak yang masih mengikuti BIAS.

"Daerah lain saya enggak tahu, coba tanya daerah lain. Seharusnya kan ada BIAS juga," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved