Berita Sragen Terbaru

Rumah Kayu Beralaskan Tanah, Awal Perjuangan Anak Buruh Tani Sragen Bisa Kuliah S2 di Swedia

Kesuksesan Fajar Sidik Abdullah Kelana (27) menempuh pendidikan Magister di Swedia ternyata penuh dengan lika-liku.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Kondisi rumah Fajar, anak buruh tani yang kuliah di Swedia, di Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Sragen. 

Meski begitu, rumah bukan prioritas utama dalam hidup wanita dua anak tersebut.

"Kalau pedomanku, rumah roboh ya tidak apa-apa, yang penting anakku bisa sekolah, kalau rumahnya bagus tapi tidak pintar bagaimana," ungkap Suminah

Pengertian itulah yang coba ditanamkan ke kehidupan anak-anaknya, agar menomor satukan pendidikan meski serba kesulitan ekonomi. 

Sejak usia tiga tahun, kemudian Suminah mengajak kedua putranya merantau ke Jakarta.

Ditemui di rumahnya, Bulik Fajar, Yanti mengatakan sebelum tinggal di Swedia, Fajar masih sering pulang ke Sragen.

Baca juga: Mahasiswa Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia UNS Ikuti Kuliah Umum : Peluang Berkarir Era Digital

"Dulu sering pulang, setiap tahun pulang, kalau tidak ya waktu mau berangkat lomba kemana saja itu, Bali, Jepang, selalu pulang dulu untuk pamitan simbah dan buliknya," kata Yanti, Jumat (7/1/2022). 

Menurut Yanti, waktu kecil Fajar senang ikut sang ibu pergi ke sawah.

"Kalau kecil sukanya cari yuyu itu, cari kepiting, sama teman-temannya," katanya. 

Yanti pun ikut merasa bangga, dan tidak menyangka keponakannya itu kini bisa menuntut ilmu hingga keluar negeri. 

"Kalau saya ya tidak menyangka, karena dulu hidup susah, makanya dibawa ke Jakarta itu, capaiannya saat ini saya ikut merasa bangga," ungkap Yanti. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved