Berita Boyolali Terbaru

Curhatan PKL Waduk Cengklik Boyolali : Puluhan Tahun Menggantungkan Hidup, Kini Harus Angkat Kaki

Pedagang kaki lima (PKL) di bantaran Waduk Cengklik tak bisa berbuat banyak.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Tri Widodo
Waduk Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Boyolali. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pedagang kaki lima (PKL) di bantaran Waduk Cengklik Boyolali tak bisa berbuat banyak.

Beberapa alat berat sudah mulai bekerja untuk membongkar tanggul waduk sisi barat.

Dengan begitu, warung-warung itu juga harus segera dibongkar sebelum ikut diratakan oleh alat berat tersebut.

Sri Lestari salah satu pedagang mengaku jika warung milik PKL memang menjadi sumber pendapatan utama warga sekitar.

Saat membongkar warung-pun, pedagang sempat menitikan air mata.

"Semua pedagang yang bongkar nangis semua, ya sedih, karena kondisi warung masih bagus diminta bongkar," terang dia kepada TribunSolo.com, Rabu (12/1/2022).

"Tapi kami legawa karena memang ini bukan tanah kami tapi kami bertahun-tahun bertahan hidup dari ini. Sedih saja," terangnya.

Tak hanya warung di tanggul barat saja yang diminta pindah.

Warung yang ada di timur waduk cengklik pun juga mulai membongkar warungnya dan diminta segera pindah.

Wiji salah satu pemilik warung di sisi timur menyebut jika kios warung sementara itu cukup sempit.

“Ya mau gimana, kita juga hanya numpang di waduk. Kalau kena gusur ya sudah, tapi warung ini adalah sumber pencaharian kami,” ujarnya.

Diapun berharap rehabilitasi waduk yang dijanjikan bakal membuat pengunjung semakin banyak ini bisa selesai tepat waktu.

“Semoga tetap ramai dan janjinya kalau sudah jadi bisa menempati lokasi baru tanpa sewa hanya kas paguyuban saja," jelas dia.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved