Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Jalan Grompol-Jambangan Karanganyar yang Rusak Bakal Dibetonisasi, Telan Dana Rp 5,78 Miliar 

Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menganggarkan untuk perbaikan jalan dan betonisasi di jalan Grompol - Jambangan, Kabupaten Karanganyar.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Kondisi Jalan Grompol-Jambangan yang rusak parah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menganggarkan dana untuk perbaikan jalan dan betonisasi di jalan Grompol - Jambangan, Kabupaten Karanganyar.

Meskipun begitu, pihaknya masih menunggu hasil lelang tender proyek tersebut.

Kabid Bina Marga DPUPR Karanganyar Margono mengatakan anggaran untuk perbaikan jalan dengan betonisasi di jalan tersebut sekitar Rp 5,78 miliar.

Baca juga: Janji Pemkab Klaten : Jalan Rusak di Juwiring akan Diperbaiki, Paling Lama 4 Bulan Lagi

Baca juga: Protes Jalan Rusak, Warga Deles Geruduk DPRD Klaten: Minta Jalur Evakuasi Merapi Segera Diperbaiki

"Total ada Rp 5,78 miliar untuk betonisasi jalan sekitar 1,7 kilometer," ucap Margono kepada TribunSolo.com, Rabu (11/1/2022).

Margono mengatakan betonisasi jalan tersebut akan dilakukan di Jalan Grompol-Jambangan yang paling parah dahulu.

Dia menyebut betonisasi tersebut dilakukan di sekitar Pasar Suryoboyo yang dianggap cukup parah kondisinya.

Baca juga: Jalan Rusak di Telukan Sukoharjo Diperbaiki Bulan Depan: Sekalian Betonisasi Agar Lebih Kuat

"Total panjang jalan Grompol-Jambangan sepanjang 9,95 kilometer, dan jalan akan dibeton, kami melakukan ini secara bertahap mulai jalan yang dirasa parah," ujar Margono.

Dia mengaku perbaikan jalan tersebut terakhir dilakukan 2 tahun yang lalu.

Saat itu, perbaikan terakhir dilakukan betonisasi di bagian jalan yang paling parah kondisinya.

Baca juga: Potret Rumah Pemulung yang Perbaiki Jalan Rusak Pakai Uang Pribadi: Dinding Triplek, Lantai Semen

"Perbaikan terakhir jalan tersebut sekitar 2020 saat itu dilakukan betonisasi di bagian paling parah," ungkapnya.

Kemudian ia mengatakan, upaya betonisasi di jalan tersebut dilakukan karena kontur tanah labil.

Terutama saat hujan, air hujan yang menggenang membuat aspal itu hancur.

"Sepanjang jalan tersebut tidak ada selokan untuk drainase, selain itu posisi jalan lebih rendah dengan pemukiman, sehingga jalan tersebut mudah tergenang," kata Margono. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved