Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Cerita Awal Mula Petaka Jebakan Tikus Maut di Sragen, Ternyata Dulu Listrik untuk Pengairan 

Keberadaan listrik di sawah awalnya untuk mendukung para petani dalam meningkatkan produktivitas sawahnya.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Sumur yang ada di sawah di Kecamatan Ngrampal, Sragen yang dialiri listrik. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Keberadaan listrik di sawah awalnya untuk mendukung para petani dalam meningkatkan produktivitas sawahnya.

Manajer ULP PLN Sragen, Mahfud Sungadi menceritakan awal mula sawah di Sragen bisa teraliri listrik. 

"Sekitar tahun 2017 atau 2018 ada beberapa petani mengeluh ke tempat kami, punya sawah tadah hujan, jika musim kemarau tidak bisa panen," ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Pasang Jebakan Tikus Listrik di Sragen Terancam Pidana: 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Baca juga: Siap-siap, Pasang Jebakan Tikus Listrik Tanpa Izin Bisa Dipenjara, di Sragen 23 Orang Tewas Sia-sia

Lanjutnya, petani kemudian membuat sumur, namun awalnya menggunakan genset untuk mengalirkan air. 

Masalah pun datang, ketika petani harus memikul jenset bolak-balik dibawa ke sawah dan rumahnya. 

Tak hanya itu, ketika genset rusak, petani juga harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk memperbaikinya. 

"Kemudian tahun 2018 mencoba masuk untuk melistriki sawah di Kecamatan Sidoharjo, dan waktu itu sangat disambut sangat senang oleh petani," terangnya.

Baca juga: Terjadi Lagi, Petani di Sragen Meninggal karena Jebakan Tikus Listrik: Posisi Tertelungkup

"Karena dulu harus mikal-mikul genset, ini tinggal sekali tekan, sawahnya bisa teraliri air," tambahnya. 

Penggunaan listrik untuk pengairan sawah tersebut, masih terus digunakan hingga saat ini, dan menyebar hampir di seluruh wilayah Sragen

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved