Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Kisah Dalang Kondang Klaten : Dulu 15 Kali Pentas, Kini Jadi Perajin Ban Bekas Demi Bertahan Hidup

Suparmin Anom Panggah Hastanto sudah dua bulan ini banting stir dari dalang menjadi perajin ban bekas.

TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Suparmin Anom Panggah Hastanto sudah dua bulan ini banting stir dari dalang menjadi perajin ban bekas di Desa Pundungsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Pendemi menporak-porandakan kehidupan dalang yang selama ini melestarikan pentas pewayangan.

Satu di antaranya adalah Suparmin Anom Panggah Hastanto.

Pria 53 tahun yang menekuni dunia perdalangan akhirnya tumbang hingga akhirnya kini banting stir menjadi seadanya menjadi perajin ban bekas.

Lantas seperti apa karyanya?

Ditemui di rumahnya di Desa Pundungsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Panggah cukup terampil dengan kegiatan barunya yang masih dua bulan ini.

Maklum, biasanya bisa manggung 10-15 tempat, selama pandemi tak ada.

Meski sempat terpuruk, kini dia bisa menghasilkan lebih dari  Rp 1 juta per bulan dengan karya dari limbah ban bekas tersebut.

"Gak tentu, tapi Rp 1 juta ya sudah bisa untuk hidup," terang dia kepada TribunSolo.com, Jumat (14/1/2022).

Dia membeli limbah ban dari kawannya yang memiliki bengkel karena melihat banyak ban bekas yang tidak terpakai.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved