Viral

Nasib Pria Penendang Sesajen di Gunung Semeru: Pelaku Ditangkap di Bantul, Ini Ancaman Hukumannya

Sosok pria penendang dan pembuang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru, akhirnya ditangkap.

Kolase Tribunnews.com: Twitter.com/Setiawan3833
Tangkap layar video viral seorang pria tendang sesajen di kawasan erupsi Gunung Semeru. 

TRIBUNSOLO.COM - Sosok pria penendang dan pembuang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru, akhirnya ditangkap.

Pria berinisial HF tersebut ditangkap di wilayah Bantul, DIY.

Baca juga: Viral Pria Ngamuk Datangi Kantor Polisi Sambil Acungkan Senjata Tajam, Ternyata Begini Kejadiannya

Selanjutnya, HF akan dijemput dan dibawa ke Mapolres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan.

"Saya perjalanan ke sana, akan dibawa ke Mapolres Lumajang," kata Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Utomo pada Kompas.com, Jumat (14/1/2022).

Penangkapan ini dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Polres dibantu oleh Polda Jatim

Fajar menuturkan, penangkapan tersebut dilakukan oleh personel Polda Jatim.

"Ya benar, Polda yang menangkap," tutur dia.

Polres Lumajang memburu HF setelah videonya menendang dan membuang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru, viral di media sosial.

Dalam proses pengejaran, Polres Lumajang mendapat dukungan dari Polda Jatim.

Ancaman hukuman

Dilansir dari KompasTV, Sebelumnya Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti, polisi memastikan bakal menindak tegas pelaku yang melakukan perbuatan intoleransi dengan menendang sesajen di lokasi bencana Gunung Semeru.

Rupanya polisi tidak hanya memburu sosok penendang sesajen, pihak yang menyebarkan atau pengunggah video tersebut juga akan ditindak.

Baca juga: Kepala Desa hingga Teman Sekampung Ungkap Sosok Pria Penendang Sesajen di Lokasi Erupsi Semeru

Baca juga: Terjawab, Inilah Sosok Pria yang Diduga Tendang Sesajen di Lokasi Erupsi Semeru

"Apabila sudah kami amankan pelakunya, maka penyebar video tersebut juga akan mendapatkan sanksi hukuman sesuai dengan perbuatannya," kata Eka di Lumajang seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu (12/1/2022) seperti dikutip dari Kompas.TV.

Kata polisi, pelaku penendag sesajen itu dapat dijerat dengan Pasal 156 KUHP tentang ujaran kebencian dan penghinaan terhadap suatu golongan.

Dalam aturan itu, disebutkan barang siapa dimuka umum menyatakan perasaan permusuhan kebencian dan penghinaan terhadap suatu golongan warga negara Indonesia, maka dapat dijerat hukuman dengan ancaman 4 tahun penjara dan denda.

Sedangkan terkait dengan penyebar atau pengunggah video yang viral itu bisa dijerat dengan UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam aturan tersebut, dikatakan setiap orang yang sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian permusuhan terhadap individu atau kelompok warga masyarakat berdasarkan suku, agama, ras dan golongan tertentu ancamannya adalah penjara paling lama 6 tahun dan denda paling besar Rp1 miliar.

(*)

Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved