Breaking News:

Cara Urus Izin Eksportir, Berikut Beberapa Syarat yang Wajib Dipenuhi, Wajib NPWP

Menjadi seorang eksportir diperlukan izin terkait keluar masuknya barang ke/dari sebuah negara. Berikut cara urus izin eksportirnya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Eka Fitriani
thetanjungpuratimes.com
Ilustrasi ekspor impor. 

TRIBUNSOLO.COM - Anda mungkin kini tengah berencana menjadi eksportir sebuah barang tertentu.

Jika iya, Anda perlu memenuhi sejumlah syarat berikut untuk menjadi seorang eskportir.

Menjadi seorang eksportir tentu diperlukan izin terkait keluar masuknya barang ke/dari sebuah negara.

Baca juga: Cara Membuat SKCK Online untuk Pemberkasan CPNS 2021, KTP Asli Wajib Dibawa

Baca juga: Cara Membuat Pengaduan Terkait Subsidi Gaji Rp 1 Juta Bagi yang Tak Dapat Tapi Sudah Penuhi Syarat

Untuk itu, berikut cara mengurus izin menjadi eksportir dikutip dari laman resmi Kementerian Perdagangan, berikut tahapannya.

Untuk menjadi sebuah Perusahaan ekspor harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

1. Badan Hukum, dalam bentuk :

  1. CV (Commanditaire Vennotschap)
  2. Firma
  3. PT (Perseroan Terbatas)
  4. Persero (Perusahaan Perseroan)
  5. Perum (Perusahaan Umum)
  6. Perjan (Perusahaan Jawatan)
  7. Koperasi

2.   Memiliki NPWP (Nomor Wajib Pajak)

3. Mempunyai salah satu izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah seperti:

  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perdagangan
  • Surat Izin Industri dari Dinas Perindustrian
  • Izin Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau Penanaman Modal Asing (PMA) yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Baca juga: Cara Mengurus Perubahan Pindah Agama pada KTP dan KK, Siapkan Dokumen Berikut

Baca juga: Cara Mengurus Sertifikat Vaksin yang Tak Muncul di PeduliLindungi, Berikut Tahapan Lengkapnya

Eksportir ini dapat diklasifikasikan menjadi:

a. Eksportir Produsen, dengan syarat:

  • Sebagai Eksportir Produsen dalam upaya memperoleh legalitasnya seyogyanya memenuhi persyaratan yang ditetapkan yaitu mengisi formulir isian yang disediakan oleh Dinas Perindag di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau Propinsi, dan Instansi teknis yang terkait.
  • Memiliki Izin Usaha Industri
  • Memiliki NPWP
  • Memberikan Laporan realisasi ekspor kepada Dinas Perindag atau instansi dan pejabat yang ditunjuk (secara berkala setiap tiga bulan) yang disyahkan oleh Bank Devisa dengan melampirkan surat pernyataan seperti: tidak terlibat tunggakan pajak, tidak terlibat tunggakan perbankan, tidak terlibat masalah kepabeanan.

b. Eksportir Bukan Produsen, dengan syarat:

  • Sebagai Eksportir bukan Produsen untuk memperoleh legalitas seyogyanya memenuhi persyaratan yang ditetapkan, yaitu mengisi formulir isian yang disediakan oleh Dinas Perindag di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau Propinsi dan Instansi teknis yang terkait
  • Memiliki Surat Izin Usaha  Perdagangan
  • Memiliki NPWP

Memberikan Laporan realisasi ekspor kepada Dinas Perindag atau instansi/pejabat yang ditunjuk (setiap tiga bulan) yang disyahkan oleh Bank Devisa dengan melampirkan surat pernyataan seperti tidak terlibat tunggakan pajak, tidak terlibat tunggakan perbankan, tidak terlibat masalah kepabeanan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved