Berita Klaten Terbaru

Sebelum Ada Jembatan Girpasang, Puluhan Tahun Warga Memutar Jalan & Kirim Barang Pakai Gondola

Pantas saja warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten senang dengan pembangunan  Jembatan gantung Girpasang. 

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Gondola yang digunakan warga untuk mengangkut Barang sebelum ada jembatan Girpasang. Gondola itu menghubungkan dua dukuh di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jumat (11/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Pantas saja warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten senang dengan pembangunan  Jembatan gantung Girpasang

Sebab, sebelum ada jembatan tersebut, mereka harus memutar cukup jauh dan harus mengirim barang pakai gondola senderhana. 

Untuk membawa pulang motor, mereka harus memutar sejauh 3 kilometer. 

Kini, jembatan tersebut bakal diresmikan hari ini, Kamis (20/1/2021).

Destinasi wisata itu adalah gondola yang ada di Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.
Destinasi wisata itu adalah gondola yang ada di Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten. (TribunSolo.Com/Rahmat Jiwandono)

Lokasinya berada di ketinggian sekitar 1.800 mdpl, sehingga orang yang melintas layaknya berada di atas awan.

Penampakan jembatan itu begitu indah, seperti di luar negeri dengan latar pemandangan alam yang hijau nan menentramkan.

Baca juga: Melihat Jembatan Girpasang Klaten, Dibangun di Atas Jurang Sedalam 150 Meter  

Baca juga: Potret Jembatan Gantung Girpasang Klaten, Lewat Sembari Menikmati Keindahan Alam Lembah Merapi

Belum lagi ada gondola, 1001 anak tangga dan kopi khas Girpasang menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.

Ternyata di balik pembuatan jembatan senilai Rp 5,8 miliar dari DPUPR Jateng, ada kisah yang menyentuh. 

Bagaimana tidak, sebanyak 34 jiwa di tengah lingkaran jurang Sungai Pakis selama ini harus memutar dengan jarak yang jauh atau menantang maut dengan gondola sederhana.

TribunSolo.com pernah melakukan wawancara dengan warga sekitar bernama Agusno pada Sabtu (1/1/2021).

Agusno bercerita, pembangunan jembatan ini memang membantu masyarakat sekitar. 

"Sebelum ada gondola, warga hanya bisa mengandalkan jalan setapak, terlebih saat ada yang sakit," katanya kepada TribunSolo.com.

Penampakan jembatan Girpasang di atas jurang yang tidak jauh dari puncak Merapi di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Sabtu (1/1/2021).
Penampakan jembatan Girpasang di atas jurang yang tidak jauh dari puncak Merapi di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Sabtu (1/1/2021). (TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo)

Dengan dibangunnya jembatan, maka menurut dia impian warga selama puluhan tahun lunas terbayar sehingga ada kemudahan akses keluar masuk desa.

"Bersyukur, karena impian warga Desa Girpasang sudah dari lama, ingin seperti warga yang lainnya bisa membawa kendaraan pulang sampai rumah," kata dia.

Dia menambahkan, bahwa selama ini kendaraan hanya bisa diletakkan di seberang desa tepatnya dibawah pohon beringin.

Namun, ada juga yang berani untuk mengelilingi perbukitan sejauh 3 kilometer hanya untuk membawa pulang motor sampai di rumah.

Sedangkan listrik baru masuk desanya sekitar tahun 2015.

Diresmikan Menteri Basuki dan Puan 

Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dijadwalkan menghadiri peresmian Jembatan Gantung Girpasang di Klaten pada Kamis (20/2/2022). 

Jembatan gantung Girpasang terletak di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Terkait kegiatan peresmian jembatan tersebut, angkutan galian C dilarang beroperasi mulai pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Baca juga: Melihat Jembatan Girpasang Klaten, Dibangun di Atas Jurang Sedalam 150 Meter  

Baca juga: Potret Jembatan Gantung Girpasang Klaten, Lewat Sembari Menikmati Keindahan Alam Lembah Merapi

Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran (SE) nomor 551.2 / 431 / 24 tanggal 19 Januari 2022. Isinya pelarangan operasional angkutan galian c pada Kamis 20 Januari 2022. 

Surat edaran tersebut ditanda tangani Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten Supriyono. 

Dalam tembusannya juga ditujukan kepada beberapa pihak terkait. 

Yaitu Bupati Klaten, Kapolres Klaten, Dandim 0732/Klaten, Kepala Dinas Diskominfo Klaten dan Kabag Humas Setda Klaten.

Baca juga: Berjarak 5 Km dari Gunung Merapi, Dukuh Girpasang Klaten Tak Masuk Daftar Evakuasi, Ini Alasannya

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten Supriyono membenarkan surat edaran tersebut. 

"Iya, betul surat edaran tersebut terkait pembatasan aktivitas kendaraan golongan c," terangnya. 

Supriyono menjelaskan, terkait surat itu menginformasikan untuk menghentikan kegiatan galian c selama jam operasional seperti dalam SE. 

"Kalau dari sumbernya (galian C) dilarang seharusnya tidak ada aktivitas, terutama kendaraan golongan C," jelasnya.

Dia mengatakan, terkait peresmian jembatan Girpasang, rombongan akan melewati rute jalur utama menuju ke lokasi peresmian.

Baca juga: Wisatawan Kecele, Niatnya Cobain Wahana Baru Gondola di Girpasang Klaten, Malah Tutup Selama 2 Hari

"Nanti rombongan akan melewati jalur utama Kemalang- Kaliwuluh hingga sampai ke Tegalmulyo," pungkasnya. 

Jembatan gantung itu dibangun pada 2021 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). 

Jembatan tersebut untuk memudahkan akses warga Girpasang yang selama ini tinggal di punggung bukit dan terpisahkan jurang dengan perkampungan lainnya.

Jembatan gantung membentang sejauh 120 meter di atas jurang sedalam 150 meter antara Dukuh Ngringin dengan Dukuh Girpasang.

Sejak bisa dilintasi sekitar dua pekan lalu, jembatan gantung Girpasang itu menyedot ribuan pengunjung yang penasaran berjalan kaki melintasi jembatan gantung di lereng Gunung Merapi tersebut. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved