Pasutri Pembuat Bakso Ayam Tiren di Bantul Mengaku Senang Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Alasannya

Pasangan suami istri penjual bakso dari daging bangkai ayam di Bantul mengaku senang ditangkap polisi.

Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Kapolres Bantul AKBP Ihsan menunjukkan Barang Bukti Bakso yang terbuat dari ayam tiren. 

TRIBUNSOLO.COM - Reaksi tak terduga pasangan suami istri penjual bakso dari daging bangkai ayam di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang ditangkap polisi.

Bagaimana tidak, mereka mengaku senang saat ditangkap polisi.

Alasannya karena sudah ada alasan untuk berhenti beroperasi.

Baca juga: Nasib Edy Mulyadi Usai Viral Menyinggung Kalimantan, Kini Disuruh Minta Maaf atau Mau Dikirimi Jin

Baca juga: Wanita di Bantul Ini Tipu Selingkuhan Hingga Rp370 Juta, Uang Dibelikan Mobil & Perawatan

Dilansir dari Kompas.com, salah satu tersangka penjual bakso dari daging ayam tiren, MHS, mengaku menyesali perbuatannya.

Namun, ia senang karena sudah sejak lama ingin berhenti tetapi sungkan dengan tetangganya yang tidak memiliki pemasukan.

"Senang sekali (tertangkap) karena bisa berhenti (membuat bakso ayam tiren). Yang jelas saya mengakui kesalahan dan siap dengan risikonya," kata MHS dalam jumpa Pers di Mapolres Bantul dikutip dari Kompas.com, Senin (24/1/2022).

MHS pun mengakui ide membuat ayam tiren dari dirinya sendiri.

Hal ini lantaran harga ayam segar cukup tinggi. Jika bakso dinaikkan harganya maka keuntungannya akan menipis.

"Idenya dari saya sendiri karena terimpit harga ayam yang tinggi, mau dinaikkan harga baksonya sulit jadi terpaksa kami cari akal gimana bisa tetap dapat untung," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam sehari sekitar 15 sampai 20 ekor ayam tiren dengan total berat sekitar 35 kilogram bisa dibuat menjadi adonan bakso.

"Untuk campurannya pakai benzoat, soda kue juga," ujarnya.

Baca juga: Wanita di Bantul Ini Tipu Selingkuhan Hingga Rp370 Juta, Uang Dibelikan Mobil & Perawatan

Sementara AHR, tersangka lain dalam kasus ini, meminta maaf kepada pembeli yang sudah terlanjur mengonsumsi baksonya.

"Saya minta maaf kepada masyarakat yang telah dirugikan karena perbuatan saya," ungkapnya.

Diketahui, Polisi menangkap suami istri berinisial MHS (51) dan AHR (50) asal Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul ditangkap polisi, karena membuat bakso dari daging ayam tiren.

Bakso bangkai ayam diedarkan sejak 2015 di tiga pasar besar di Kota Yogyakarta dengan penghasilan bersih Rp 500.000 per harinya.

(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved