Berita Solo Terbaru

Melihat Peredaran Narkoba di Solo Raya: Sasar Rumah Tahanan, Sekolah Dijadikan Lokasi Transaksi

Solo Raya terpantau masih menjadi lokasi sasaran bagi para pengedar narkoba awal tahun 2022 ini.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Barang bukti jeruk isi sabu yang dilempar masuk ke dalam rutan Kelas IA Solo, Kamis (27/1/2022). 

TRIBUNSOLO.COM - Solo Raya terpantau masih menjadi lokasi sasaran peredaran narkoba awal tahun 2022 ini. 

Hal itu bisa dilihat dari berbagai temuan kasus di Solo Raya. 

Seperti yang ada di Wonogiri, Sragen, dan Solo. Bahkan, para pelakunya sudah tidak peduli dengan tempat transaksi mereka. 

Awal tahun ini, di Wonogiri misalnya, ada kiriman narkoba untuk napi dalam Lapas Wonogiri

Terungkapnya sate lontong berisi sabu-sabu yang dikirim tengah malam di Lapas Kelas IIB Wonogiri, berbuntut panjang.

Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto, menuturkan pria pengirim tersebut adalah PA alias Bombom (32) warga Banjarsari Solo.

Modusnya mengirim sabu di dalam sate lontong pada Senin (17/1/2022) lalu, sekitar pukul 00.30 WIB.

Barang bukti diduga sabu dan obat terlarang yang akan diselundupkan ke Lapas Kelas II B Wonogiri.
Barang bukti diduga sabu dan obat terlarang yang akan diselundupkan ke Lapas Kelas II B Wonogiri. (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

Di dalam bungkusan itu ternyata juga berisi sabu yang dibungkus dengan kertas kecil sejumlah 17 paket dengan berat total 8,89 gram.

Tak hanya itu, terdapat dua pipet dan 10 strip alprazolam yang merupakan obat daftar G dengan total 100 butir.

"Diamankan di sekitar Stadion Manahan Solo Selasa (18/1) lalu sekitar pukul 14.30," terang Kapolres.

Baca juga: Kronologi Polisi Karanganyar Gugur Dalam Tugas, Berawal dari Informasi Peredaran Narkoba

Baca juga: Pengakuan Bupati Langkat soal Penjara Manusia di Rumahnya, Sebut Sebagai Panti Rehabilitasi Narkoba

Selain barang bukti yang diamankan saat penggagalan penyelundupan narkoba pekan lalu, pihaknya juga mengamankan kartu ATM dan juga handphone dari tangan Bombom.

Kalapas Kelas II B Wonogiri, Heri, mengatakan pasca melakukan penggagalan pengiriman paket narkoba beberapa waktu lalu, pihaknya juga masih mendalami siapa yang memesan barang haram.

Selain itu, pihaknya juga langsung melakukan tes urin terhadap sejumlah wabin di Lapas untuk mengetahui apakah ada wabin yang positif memakai narkoba.

"Dari empat atau lima wabin yang menjalani tes urin, yang positif ada tiga," jelasnya.

Baca juga: Catatan Akhir Tahun 2021 di Karanganyar : Angka Kriminalitas Naik,Tapi Kasus Peredaran Narkoba Turun

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved