Biaya Pembangunan Rp 1,7 Miliar, SMP Negeri Ini Terpaksa Ditutup karena Hanya Punya 18 Murid

Jumlah siswa keseluruhan yang dimiliki oleh sekolah tersebut sekitar 18 siswa yang terdiri dari semua angkatan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.COM/IDHAM KHALID
SMPN7 yang sekarang menjadi MTsN 6 Praya 

TRIBUNSOLO.COM, LOMBOK -- Sebuah sekolah negeri yakni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat terpaksa ditutup.

Hal ini terpaksa dilakukan lantaran sekolah yang berada di pusat kota itu kekurangan jumlah siswa.

Adapun sekolah yang berada di Jalan Tuan Guru Lopan, Kelurahan Panji Sari, Kecamatan Praya itu resmi ditutup pada pertengahan Januari 2022 lalu.

Padahal, sekolah tersebut sudah menelan biaya tak sedikit ketika dibangun .

Yakni menghabiskan anggaran APBN tahun anggaran 2012 dengan nilai anggaran Rp 1,7 miliar.

Baca juga: Ini 3 Alasan Mengapa SMP Islam Al Azhar 21 Solo Baru, Jadi Sekolah Favorit di Solo

Baca juga: Tracing Covid-19 di Lingkungan Sekolah Solo Meluas, Gibran: Gak Usah Takut, Anak-anak Sudah Divaksin

Murid hanya 18 orang

Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah Lalu Muliawan menyampaikan, penutupan sekolah tersebut dilakukan secara permanen.

Penutupan dilakukan karena sekolah tidak memenuhi syarat jumlah siswa ajar dari tahun ke tahun.

Menurut Muliawan, jumlah siswa keseluruhan yang dimiliki oleh sekolah tersebut sekitar 18 siswa yang terdiri dari semua angkatan.

"Kita tutup sekolah ini karena sedikit muridnya, hanya 18 siswa, setiap jenjang kelas, dari kelas 7 sampai 9 itu isinya 6 orang," kata Muliawan dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (31/2/2022)

Peminat sedikit

Muliawan menjelaskan, kurangnya minat siswa memilih sekolah tersebut diduga karena persaingan dengan sekolah lain yang berada di satu wilayah tersebut.

"Di sana kan banyak sekolah Madrasah, jadi siswa banyak yang memilih sekolah Madrasah, jadi sekolah ini jarang peminatnya, bahkan pada tahun ajaran baru 2021, SMP ini hanya mendapatkan empat siswa" kata Muliawan.

Sementara itu untuk jumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada di sekolah tersebut sebanyak 4 orang. Ada pula beberapa guru honorer dan bagian tata usaha.

Siswa dan guru dipindah

Muliawan mengatakan, para siswa yang sudah telanjur berada di sekolah tersebut, diminta untuk memilih sekolah yang diinginkannya sebelum sekolah itu ditutup.

"Untuk siswa kita minta memilih sekolah mana yang diinginkan, ada yang ke madrasah, ada ke sekolah negeri, sementara untuk guru kita pindahkan ke beberapa sekolah," kata Mulaiawan, dikutip dari Kompas.com.

Sedangkan gedung sekolah tersebut dihibahkan untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 6 Lombok Tengah. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved