Kuliner Solo

Info Kuliner Boyolali : Resto Tahu Kupat Pak Gendit, Tempat Bak Bintang Lima, Tapi Harga Kaki Lima

Tak melulu tahu kupat menjadi makanan pinggiran karena disajikan digerobak atau warung-warung kecil pada umumnya.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Tri Widodo
Warung Tahu Kupat Pak Gendit yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan atau di depan SMAN 3 Boyolali. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Jika mendengar kuliner bernama tahu kupat, pikiran kita langsung tertuju pada warung kaki lima atau kios toko kecil.

Ya, kuliner yang satu ini memang kebanyakan disajikan di warung atau gerobak dorong.

Tapi, di Kabupaten Boyolali ada warung makan bernuansa resto yang menjadikan tahu kupat itu sebagai salah satu menu andalannya.

Namanya, warung Tahu Kupat Pak Gendit.

Lokasinya ada gang Jalan Perintis Kemerdekaan atau di depan SMAN 3 Boyolali.

Warung ini menghadirkan suasana makan di dalam sebuah joglo klasik nan bersih.

Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati makan di gazebo yang ada di halaman rumah.

Pengunjung pun tak perlu khawatir soal harga.

Meski tempatnya tak seperti warung tahu kupat lainnya, namun harganya masih terjangkau.

Kuliner tradisional berbahan dasar ketupat, tahu, bakwan goreng,dan juga bumbu kacang itu hanya dibanderol Rp 8 ribu saja.

Jika menginginkan tambahan telur dadar, cukup membayar Rp 11 ribu.

Selain menu tahu kupat, ada juga menu lainnya seperti soto kuali, nasi pecel wader, dan nasi pecel jamur.

Untuk minumannya selain teh, jeruk hingga degan.

Baca juga: Tips & Trik Pilih Durian : Ingin yang Manis Saja, Perpaduan Manis & Pahit atau Isinya Super Banyak?

Baca juga: Jadwal Festival Durian Karanganyar : Masih 2 Hari, Ada Berbagai Jenis, Rasanya Ada yang Manis-Pahit

Bahkan di warung Tahu Kupat Pak Gendit ini juga ada yang spesial, yakni es dawet.

Anto salah satu pengunjung mengaku kerap makan di warung Pak Gendit ini mengatakan, selain harganya terjangkau, suasananya juga nyaman untuk santai.

“Tahu kupatnya enak. Perpaduan manis gurih dan pedas jika dicampur sambal juga pas dilidah,” jelas dia.

Tahu Kupat Pak Har

Kota Solo memiliki segudang kuliner yang wajib dicoba.

Salah satunya Tahu Kupat Pak Har yang berlokasi di Barat Stadion Manahan Solo, tepatnya di jalan KS Tubun, Banjarsari, Kota Solo.

Sudah ada sejak 2001 silam, Tahu Kupat Pak Har sayang jika dilewatkan.

Baca juga: Wisata Kuliner di Karanganyar, Bakso Malang Asli Pak Slamet Jualan Sejak 1991, Langganan Pejabat

Baca juga: Rekomendasi Kuliner Enak Selo Boyolali: Jadah Bakar Legendaris, Cocok Jadi Cemilan saat Cuaca Dingin

Tahu Kupat Pak Har hadir memiliki dua menu tampilan berbeda, yakni tahu kupat biasa dan tahu kupat plus telur.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, untuk tahu kupat biasa dijual dengan harga Rp 10 ribu.

Sementara yang pakai tambahan telur cukup bayar Rp 12 ribu.

Tahu Kupat Pak Har yang berlokasi di Barat Stadion Manahan Solo.
Tahu Kupat Pak Har yang berlokasi di Barat Stadion Manahan Solo. (Tribunsolo.com)

Bahakn-bahan yang digunakan di Tahu Kupat Pak Har sama seperti tahu kupat lainnya.

Mulai tahu, kupat, toge, irisan kubis, bakmi, irisan seledri, kacang goreng, bakwan, air bawang, kecap, dan telur.

Namun, yang berbeda kecapnya.

Pasalnya, Tahu Kupat Pak Har menggunakan kecap khusus.

"Membedakan dari tahu kupat lainnya terletak pada kecapnya, beda dengan yang lain. Kita pakai kecap khusus," kata Hariyanto pemilik Tahu Kupat Pak Har kepada Tribunsolo.com, Sabtu (15/1/2022).

Pria berusia 35 tahun ini merupakan warga asli Kalijambe, Kabupaten Sragen yang setiap harinya berjualan di kawasan Stadion Manahan mulai pukul 09.00 - 22.00 WIB.

Ia mengaku telah berjualan sejak 20 tahun lalu.

Sebelumnya ia berjualan di Terminal Tirtonadi, Kota Solo.

Baca juga: Kuliner Enak Klaten, Wedang Ronde Legendaris Pakdhe Djayus: Sudah Berdiri Sejak 1972

Baca juga: 8 Kuliner Solo yang Belum Pernah Terekspos, Tak Kalah Nikmat dan Ramai dari Kuliner Legend Lainnya

"Dulu ngikut orang selama 10 tahun, terus buka sendiri disini udah 10 tahun, yang diterminal sudah tidak berjualan lagi," terangnya.

Pelanggan Tahu Kupat Pak Har ternyata dari berbagai kalangan.

Mulai pelajar, karyawan hingga polisi.

"Iya sudah langganan dari dulu, setiap ke Manahan pasti mampir ke tahu kupat ini," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved