Turunkan Resiko Stunting, Kominfo RI Edukasi Remaja hingga Pasutri Terkait Intervensi Gizi Spesifik

Demi menurunkan resiko stunting yang masih tinggi, Kominfo RI mengedukasi remaja hingga pasutri terkait Intervensi Gizi Spesifik.

Penulis: Tribun Network | Editor: Eka Fitriani
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Penurunan stunting oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

TRIBUNSOLO.COM - Menteri Kominfo RI, Johnny G Plate menjelaskan masalah stunting saat ini sangat jarang di ketahui oleh para orang tua terutama pasangan muda, padahal masalah gizi pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tergolong tinggi di Indonesia, baik yang bersifat akut maupun kronis. 

Untuk meminimalisasi prevalensi stunting di Indonesia, Pemerintah melakukan berbagai intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Stunting adalah  kondisi kekurangan gizi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Karena mengalami kekurangan gizi menahun, bayi stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita seumuranya. 

Indonesia termasuk negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar di dunia.

Baca juga: Mengenal Sosok Radyan Yaminar, Ahli Gizi di Sukoharjo yang Juga Aktif Sebagai Konten Kreator

Baca juga: Setelah Susu Beruang, Kini Air Kelapa Diburu karena Dianggap Sembuhkan Covid-19, Ini Kata Ahli Gizi

Berdasarkan Data Survei Status Gizi Balita Indonesia (2019), angka prevalensi stunting di Indonesia adalah sebesar 27,67 persen dan masih di atas angka standar yang ditoleransi WHO yaitu di bawah 20 persen.

Oleh karena itu, percepatan penurunan stunting menjadi prioritas pembangunan yang dituangkan dalam  Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Angka prevalensinya ditargetkan dapat diturunkan menjadi 14 persen di tahun 2024.

BKKBN dibantu Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan strategi komunikasi publik agar masyarakat memiliki kesadaran yang lebih baik mengenai isu terkait stunting dengan amplifikasi pesan kunci melalui ajakan, sosialisasi, maupun edukasi kepada target audiens seperti remaja perempuan, ibu hamil, pasangan suami-istri muda, serta masyarakat digital yang relevan.

Intervensi gizi spesifik terdiri dari berbagai program yang bertujuan untuk menanggulangi penyebab langsung masalah stunting, sementara intervensi gizi sensitif merupakan kelompok program yang bertujuan untuk menanggulangi berbagai penyebab tak langsung dari stunting.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved