Tergiur Pinjaman Uang Rp 20 Juta, Wanita Probolinggo Ini Malah Kehilangan Uang Rp 5 Juta

Pelaku bahkan juga mengirim foto surat palsu dari bank dan nomor virtual accountnya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Eka Fitriani
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi sms penipuan. 

TRIBUNSOLO.COM - Akibat tergiur pinjaman uang Rp 20 juta, wanita asal Probolinggo bernama Endang (40)  kehilangan uang Rp 5 juta.

Emak-emak asal Desa Talkandang, Kecamatan Kota Anyar, Kabupaten Probolinggo tersebut menjadi korban penipuan dari pinjaman online.

Penipuan tersebut bermula saat Endang menerima panggilan telepon dari pria yang memperkenalkan diri bernama Yuda dari platform marketplace.

Baca juga: Satu Sekolah Agama di Sragen Disebut Masih Tolak Vaksin, Masih Yakini Vaksin Tak Halal

Baca juga: Hati-hati Penipuan Iming-iming Lolos CPNS 2021: Pelaku Mengaku Orang Istana, Banderol Rp 260 Juta

"Dia menawarkan pinjaman uang dengan persyaratan foto KTP dan Kartu Keluarga (KK)," kata Endang dilansir SuryaMalang.com, Jumat (28/1/2022).

Karena persyaratan mudah, Endang kepincut dengan tawaran itu.

Endang pun segera mengirim persyaratan peminjaman uang.

Kemudian pelaku minta nomor rekening bank untuk mentrasfer uang pinjaman tersebut.

Karena tidak pernah menabung uang di bank, Endang meminjam rekening milik anggota keluarganya.

"Tak lama kemudian pelaku mengirim foto bukti transfer kepada saya. Uang yang ditransfer berjumlah Rp 20 juta," jelasnya.

Endang mencoba mengkonfirmasi ke pelaku.

Pelaku menyebut dana tersebut belum bisa dicek maupun ditarik melalui rekening bila Endang tidak memenuhi syarat selanjutnya.

Baca juga: Nahas, Niat Jual Mobil Pajero Sport, Warga Solo Jadi Korban Penipuan Pembeli: Mobil Digondol

Baca juga: Ditetapkan sebagai Tersangka Penipuan CPNS, Olivia Nathania Merasa Stres, Kini Pakai Baju Tahanan

Ada pembayaran biaya tandangan surat izin penarikan dana dari bank sebesar Rp 5 juta.

Pelaku juga mengirim foto surat palsu dari bank dan nomor virtual accountnya.

"Dia meminta saya ke agen bank terdekat. Saya mengiyakannya. Saya transfer uang Rp 5 juta melalui agen itulah."

"Sesudah saya transfer, seketika pelaku hilang kontak alias tidak bisa dihubungi," paparnya.

Kapolsek Kotaanyar, Iptu Agus Sumaraono mengatakan kasus ini dilimpahkan ke Polres Probolinggo.

"Kami bawa korban dan pihak agen bank ke Polres Probolinggo untuk membuat laporan penipuan tersebut," terang Agus.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved