Aspal Mandalika Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi, Bagaimana Nasib MotoGP Indonesia? Begini Kata MGPA

Aspal di Sirkuit Mandalika baru-baru ini menjadi sorotan sejumlah pengamat balapan.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Foto udara Pertamina Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (23/1/2022). Progres pembenahan race track dan sarana penunjang Pertamina Mandalika International Street Circuit sudah mendekati 100 persen dan ditargetkan rampung pada Februari 2022 untuk digunakan pada perhelatan MotoGP Grand Prix of Indonesia yang diselenggarakan pada 18-20 Maret 2022. 

TRIBUNSOLO.COM - Aspal di Sirkuit Mandalika baru-baru ini menjadi sorotan sejumlah pengamat balapan.

Sejumlah kesan pun terlontar dari para pebalap setelah menjajal Sirkuit Mandalika. Ada yang memuji, tetapi tak sedikit pula yang memberi kritik serta saran yang membangun.

Baca juga: Viral TGB Diusir Brimob saat Nonton Tes Pramusim MotoGP Mandalika dari Atas Bukit, Begini Akhirnya

Mayoritas dari mereka mempermasalahkan kondisi lintasan Sirkuit Mandalika yang kotor, berdebu, dan terdapat kerikil yang beterbangan.

Sang juara dunia 2021, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha), buka suara soal kerikil di Sirkuit Mandalika.

Rider berkebangsaan Perancis itu merasakan sakit di lehernya karena terkena kerikil.

"Saya membalap di belakang Franco (Morbidelli) dan terkena kerikil. Setelah beberapa saat, leher saya mulai sakit. Bayangkan jika ada 3-4 pebalap di depan dengan jumlah lap yang banyak," ucap Quartararo.

Pebalap Aprilia Aleix Espargaro bahkan mengibaratkan trek Sirkuit Mandalika sudah seperti lintasan motocross. 

"Aspalnya mengelupas. Saya tidak tahu bagaimana cara mereka memperbaiki masalah ini," ujar pebalap asap Spanyol itu.

Soal kerikil di Sirkuit Mandalika, jurnalis asal Inggris, Simon Patterson, sudah menulis sebuah ulasan di situs The Race pada Senin (14/2/2022).

Patterson menyebut bahwa kerikil di Sirkuit Mandalika tak melekat cukup kuat di aspal dan bisa lepas saat dilintasi motor berkecepatan di atas 350 kilometer per jam.

Hal itu, menurut Patterson, karena material aspal yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Dalam laporannya, Patterson menyebut bahwa komposisi batu yang direkomendasikan tak dipakai untuk lintasan Sirkuit Mandalika.

Alhasil, jenis batu yang dipakai di Sirkuit Mandalika disebut tidak menempel dengan kuat di aspal.

Satu-satunya cara untuk mengatasi itu adalah dengan pengaspalan ulang dengan memakai material yang sesuai.

Namun, langkah itu sulit dilakukan karena seri MotoGP Indonesia akan digelar pada 18-20 Maret 2022 atau kurang dari lima pekan lagi.

Baca juga: Sempat Viral Pembalap MotoGP Diduga Mengejek Indonesia, Ternyata Netizen Gagal Paham Baca Kalimat

Tanggapan MGPA soal aspal di Mandalika

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memberikan tanggapan soal aspal Sirkuit Mandalika yang dinilai tak sesuai spesifikasi.

Dalam keterangan yang diterima Kompas.com pada Selasa (15/2/2022), Media Communication MGPA, Gatot Widakdo, menjelaskan bahwa aspal lintasan Sirkuit Mandalika sebelumnya sudah dinilai oleh Dorna Sports. 

Menurut Gatot Widakdo, Dorna Sports, yang merupakan promotor MotoGP, merasa puas dengan kondisi Sirkuit Mandalika.

Masalah utama di Mandalika sebenarnya adalah soal grip di lintasan yang dinilai kurang, tetapi itu bisa diatasi dengan memakai lintasan secara reguler.

Lebih lanjut, Gatot Widakdo juga mengutarakan bahwa sampai hari tes terakhir, tidak ada tim yang mengajukan protes resmi ke Dorna Sports soal lintasan.

Keterangan dari Gatot Widakdo kemudian didukung oleh pernyataan Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria.

Priandhi menjelaskan bahwa, lintasan di Sirkuit Mandalika tidak memerlukan perubahan apa pun. Itu sesuai "mandat" dari Dorna.

 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved