Dulu Paling Ketat, Belanda Segera Cabut Kebijakan Wajib Jaga Jarak & Pakai Masker, Indonesia Kapan?

Pemerintah Belanda sebelumnya memberlakukan pembatasan paling ketat di Eropa pada Desember 2021, setelah lonjakan kasus Omicron.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Phil NIJHUIS / ANP / AFP
Orang-orang berkumpul selama demonstrasi terlarang oleh kelompok "Samen voor Nederland" menentang kebijakan korona saat ini di Amsterdam, pada 2 Januari 2022. 

TRIBUNSOLO.COM - Di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang melanda dunia, Belanda justru membuat kebijakan mengejutkan.

Belanda bakal mencabut hampir semua pembatasan Covid-19 pada 25 Februari 2022 mendatang.

Kebijakan itu diambil pemerintah Belanda lantaran kasus dan rawat inap turun, kata Menteri Kesehatan Ernst Kuipers.

Kini rakyat Belanda pun sudah siap hidup berdampingan dengan Covid-19.

Pasalnya bar, restoran, dan klub malam akan kembali beroperasi seperti sediakala.

Baca juga: Beredar Kabar Seratusan PNS Brebes Terpapar Covid-19 Usai Bimtek di Solo, Ini Kata Wali Kota Gibran

Baca juga: RS Darurat Covid-19 Milik TNI di Benteng Vastenburg Solo Beroperasi Lagi, Danrem : Tampung 80 Pasien

Aturan jarak sosial dan masker tidak lagi wajib di sebagian besar tempat.

Namun, pengunjung harus menunjukkan bukti vaksinasi, surat keterangan sembuh dari Covid-19, atau hasil tes negatif virus Corona.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (hearingreview)

Dilansir Al Jazeera, pemerintah Belanda sebelumnya memberlakukan pembatasan paling ketat di Eropa pada Desember 2021, setelah lonjakan kasus Omicron.

Sejak saat itu, pemerintah mulai mencabut pembatasan secara bertahap.

"Negara ini akan terbuka lagi," kata Kuipers pada konferensi pers, Selasa (15/2/2022).

"Kami akan kembali ke waktu penutupan normal seperti sebelum Corona, Anda tidak perlu menjaga jarak 1,5 meter lagi," tambahnya.

"Masker wajib (dipakai) hanya di transportasi umum dan di bandara. Tetap jaga jarak dan pakai masker memang masuk akal, tapi bukan lagi kewajiban," terangnya.

Kuipers memperingatkan bahwa pandemi "belum berakhir" dan orang-orang yang rentan masih harus berhati-hati.

"Kami baru saja melewati puncak (kasus baru), oleh karena itu kami bersikeras bahwa kita semua harus berhati-hati," tegasnya.

Kuipers mulai menjabat sebagai Menteri Kesehatan Belanda di bawah pemerintahan Perdana Menteri Mark Rutte, Januari kemarin.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte memberikan pers untuk memperketat pembatasan Covid-19 di Kementerian Kehakiman dan Keamanan di Den Haag, pada 26 November 2021. - Belanda akan memperketat penguncian sebagian Covid-19 dengan penutupan awal bar, restoran, dan toko untuk mengekang lonjakan kasus, Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan pada 26 November 2021. (Photo by Bart Maat / ANP / AFP) / Netherlands OUT
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte memberikan pers untuk memperketat pembatasan Covid-19 di Kementerian Kehakiman dan Keamanan di Den Haag, pada 26 November 2021. - Belanda akan memperketat penguncian sebagian Covid-19 dengan penutupan awal bar, restoran, dan toko untuk mengekang lonjakan kasus, Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan pada 26 November 2021. (Photo by Bart Maat / ANP / AFP) / Netherlands OUT (AFP/BART MAAT)
Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved