Ini Alasan Mahasiswi Asal Kalteng Buang Bayi di Serambi Masjid Bantul dan Tinggalkan Sepucuk Surat

Dalam kardus, pelaku juga meletakkan uang Rp 100 ribu dan sepucuk surat yang berisi permohonan untuk menguburkan jasad bayinya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Tribunjogja.com/Santo Ari
AU (21) warga Murung Raya, Kalimantan Tengah pelaku pembuangan bayi. 

TRIBUNSOLO.COM - Sosok yang membuang bayi di serambi masjid di Dusun Brajan, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul, pada 22 Januari 2022 akhirnya terungkap.

Polres Bantul berhasil menangkap pelaku yang berinisial AU (21).

Rupanya pelaku adalah seorang mahasiswi asal Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Baca juga: Imbas Kecelakaan Maut di Bantul, Bus Pariwisata Tak Boleh Naik Jalur Imogiri-Dlingo di Bukit Bego?

Dilansir dari Tribunjogja, Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan dari hasil olah TKP, tersangka membungkus jasad bayinya menggunakan plastik dan dimasukkan ke dalam kardus.

Dalam kardus, pelaku juga meletakkan uang Rp 100 ribu dan sepucuk surat yang berisi permohonan untuk menguburkan jasad bayinya.

"Dari surat wasiat itu, kami secara cepat bisa mengamankan tersangka," ujar Kapolres dikutip dari Tribunjogja, Kamis (17/2/2022).

Pihaknya menangkap tersangka beberapa jam setelah jasad bayi tersebut ditemukan oleh warga.

Isi suarat yang pelaku tinggalkan di kardus:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih pada siapapun orang yang menemukan bayi ku ini dan mau memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburnya layaknya orang yang sudah meninggal karena takdir dan mautnya.

Saya mengalami keguguran pada usia kandungan hampir lima bulan. Posisi saya di sini sendirian tidak ada siapa-siapa, karena masih menjalankan masa pendidikan.

Suami saya kerja di Kalbar, dia sedih mendengarnya, tapi karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk ke sini, maka dari itu dia menyarankan pada saya untuk meletakkannya di masjid agar ada orang yang mau mengurusnya.

Bukannya saya tidak ingin bertemu langsung pada siapapun di masjid ini, hanya saja saya tidak kuat kalau harus melihatnya, orang yang selama ini saya dan suami saya nantikan malah duluan diambil sama yang kuasa sang pencipta alam semesta ini.

Saya titipkan bayi saya ini pada siapapun yang mau mengurusnya, sekali lagi saya mohon maaf tidak bisa bertemu langsung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved