Kisah Anak Driver Ojol Berhasil Lulus S2 di Luar Negeri, Kini Punya Pekerjaan Mentereng
Kisah anak seorang driver ojek online (ojol) berhasil lulus S2 di luar negeri, beri pesan untuk anak muda Indonesia.
Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
TRIBUNSOLO.COM - Kisah inspiratif datang dari anak seorang driver ojek online (ojol) bernama Nisa Sri Wahyuni.
Pasalnya, ia berhasil mendapatkan gelar magister di Imperial College London.
Tak hanya itu, setelah itu ia juga berhasil mendapatkan pekerjaan mentereng di organisasi dunia.
Baca juga: Kisah Driver Ojol Perempuan Kehilangan Motor Sentuh Hati Jokowi, Presiden Beri Ganti Honda Beat
Diketahui, kini Nisa menjadi konsultan vaksinasi Covid-19 di World Health Organization (WHO).
Melalui postingan di akun LinkedInya pada Rabu (16/2/2022), dengan bangga Nisa memposting potret kebersamaan dengan ayahnya yang mengenakan seragam driver Gojek.
"Bagi kalian yang orang Indonesia psti tahu betul bahwa seragam yang ayah saya pakai adalah seragam untuk driver online yang dikenal dengan nama Gojek," tulis Nisa pada akun LinkedInnya seperti diberitakan di Tribunbogor, Jumat (18/2/2022).
Lebih lanjut, Nisa menceritakan bahwa sebelum pindah ke Jakarta menjadi driver Gojek, ayahnya sempat bekerja sebagai security sekolah.
"Setelah pensiun dari keamanan di sekolah, tempat ini (Gojek) adalah satu-satunya yang bisa dia lakukan sebagai kariernya," ungkap Nisa.
Berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi biasa, tak membuat semangat Nisa untuk mengejar mimpi luntur.
Kedua orang tua Nisa hanyalah lulusan SD.
Meski begitu, kedua orang tuanya bertekad bahwa putrinya harus mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
"Ya mereka hanya menyelesaikan sekolah mereka sampai Sekolah Dasar tetapi mereka selalu bermimpi untuk melihat putri mereka memiliki pendidikan yang lebih baik dari mereka," bebernya.
Siapa sangka, kini semua mimpi kedua orang tuanya menjadi kenyataan.
Awalnya, Nisa berhasil menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
Saat menempuh pendidikan S1 nya, ia pun pernah ditugaskan menjadi Asisten Dosen.
Kemudian, ia melanjutkan studi S2 Epidemilogi di Imperial College London.
Dari pantauan LinkedIn miliknya, diketahui kini Nisa bekerja di World Health Organization (WHO) sebagai konsultan petugas vaksinasi Covid-19.
Ia pun menyebut bahwa apa yang kini ia raih tidak lepas dari perjuangan kedua orang tuanya.
"Saya mendapat gelar ini bukan hanya karena saya, saya bisa mengejar gelar ini karena waktu yang mereka berikan kepada saya, makanan yang selalu mereka buat untuk saya, nilai yang mereka ajarkan pada saya," tuturnya.
Nisa berharap jika ceritanya bisa memberikan wawasan bagi siapun yang membutuhkannya.
Baca juga: Kisah Pilu Driver Ojol di Surabaya, Hari Pertama Ngojek Motor Dicuri, Kini Bingung Cara Cari Makan
"Kita tidak pernah bertanya dari kondisi mana kita ingin dilahirkan, tetapi kita punya kekuatan yang Tuhan berikan untuk melakukan yang terbaik.
Lakukan saja dan selalu berikan yang terbaik, karena kerja keras selalu terbayar dan satu hal lagi, selalu percaya pada prosesnya," pesannya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/iujnb1822022.jpg)