Berita Solo Terbaru

Setahun Pimpin Solo, Politikus PKS Sebut Gibran-Teguh Belum Sepaket : Masih Ada Penghalang, Apa Itu?

Tak terasa Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa tepat setahun memimpin Kota Solo. Tepatnya pada hari ini 26 Februari 2022.

TribunSolo.com/Istimewa
Pelantikan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Grha Paripurna DPRD Kota Solo, Jumat (26/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tak terasa Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sudah setahun memimpin Kota Solo.

Namun, jika dilihat sekilas, Gibranlah yang paling banyak disorot oleh masyarakat dan media.

Betapa tidak, Gibran merupakan anak nomor satu di Indonesia, yakni Presiden Joko Widodo.

Karena hal tersebut, kemudian masyarakat jadi menanyakan perihal peran dari Wakil Wali Kotanya, yang tak lain adalah Teguh Prakosa.

Politikus PKS Solo, Abdul Kadir Audah mengatakan jika masih ada tembok penghalang antara Gibran dan Teguh selama setahun ini pimpin Kota Solo.

"Dalam satu tahun perjalanan, masih ada barrier antara mereka berdua, sehingga belum sinergis sepenuhnya menjadi satu paket," ujarnya kepada TribunSolo.com dalam acara Overview Setahun Gibran Pimpin Solo, Kamis (24/2/2022).

Terkait pembagian tugas, pasti sudah difikirkan oleh keduanya.

Namun, Gibran yang masih muda punya semangat yang masih membara, yang dapat dilihat ketika pengambilan keputusan yang terkesan lebih spontan.

Abdul menilai, apabila keduanya bisa bersinergi lebih baik, maka tidak akan muncul ketidakpuasan dari masyarakat.

Baca juga: Pilunya Tentrem di Klaten, Sudah Tinggal Sebatang Kara di Rumah, Tewas Tersiram Minyak Goreng Panas

Baca juga: Setahun Kepemimpinan Gibran-Teguh, Ini Harapan Tukang Becak di Solo: Minta Diperhatikan

"Jadinya ketika mereka bisa bersinergi duduk bersama, baiknya kan seperti itu, itukan jadi lebih baik bagi masyarakat Kota Solo," jelasnya.

Masih Jadi Bayang-bayang

Terpisah, Pengamat Psikologi Politik UNS, Moh Abdul Hakim menilai dalam satu tahun ini, Teguh Prakosa masih menjadi bayang-bayang Gibran.

"Saya yakin dari awal Mas Gibran dan Pak Teguh sudah memiliki pembagian kerja, kerja politik ada dua ruang, yakni ruang internal dan eksternal, persoalannya di publik, Gibran lebih dominan, yang mana anak Presiden, anak muda, dan lebih menarik," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved