Cerita Anak Punk dan Anak Jalanan Didekati Preman, Ternyata Kepala Satpol PP yang Nyamar untuk Razia

Banyak masyarakat terutama pengguna jalan di Kabupaten Indramayu yang merasa resah dengan kehadiran anak jalanan dan anak punk.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Istimewa/Satpol PP Indramayu
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso saat merazia anak jalanan dan anak punk saat mangkal di Bundaran Mangga Indramayu, Kamis (3/3/2022). 

TRIBUNSOLO.COM, INDRAMAYU - Ada banyak pendekatan yang dilakukan oleh Satpol PP dalam melakukan razia.

Salah satunya adalah menyamar sebagai preman untuk mendekati anak jalanan dan anak punk.

Nah, seperti baru-baru ini terjadi, sejumlah anak jalanan dan anak punk terjaring razia oleh petugas Satpol PP Kabupaten Indramayu, Kamis (3/3/2022).

Banyak masyarakat terutama pengguna jalan di Kabupaten Indramayu yang merasa resah dengan kehadiran anak jalanan dan anak punk.

Lantaran tak mau razia ini diketahui, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso pun mengenakan pakaian preman.

Baca juga: Viral Video Oknum Guru Tepergok Mesum di Toilet Musala, Begini Kronologinya Versi Satpol PP

Baca juga: Viral Aksi Satpol PP Ganteng Tolong Nenek Tersesat di Jakarta Utara, Sosoknya Curi Perhatian

Dia menindak langsung para anak jalanan yang masih di bawah umur itu ketika tengah mangkal di Bundaran Mangga Indramayu.

"Jadi sepanjang Jalan Sudirman, DI Panjaitan, atau sampai Bundaran Mangga, dan sebagainya setiap hari kita memang mengadakan patroli Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT)," ujar dia, dilansir TribunSolo.com dari Tribuncirebon.com.

Teguh Budiarso menambahkan, khusus di pusat kota sendiri, Satpol PP Kabupaten Indramayu sebenarnya sudah membagi anggota menjadi 5 tim untuk melakukan razia rutin ke sejumlah titik.

Namun kata dia, para anak jalanan ini kerap kali selalu melakukan kucing-kucingan.

Banyak dari mereka sudah mengetahui jam-jam saat petugas melakukan patroli.

Hal ini pula yang membuat, pihaknya pada pagi hari tadi melakukan razia dengan menyamar menggunakan pakaian preman.

Teguh Budiarso berharap, dengan upaya ini, sedikit demi sedikit, keberadaan anak jalanan, anak punk, dan sejenisnya bisa ditekan di Kabupaten Indramayu.

"Karena kalau dihabiskan sekaligus, susah juga karena kucing-kucingan," ucap dia.

Teguh Budiarso juga menyampaikan, sebagian besar anak jalanan yang terjaring razia merupakan para pendatang yang mampir ke Kabupaten Indramayu.

Dari pengakuan salah satu dari mereka, ada yang mengaku datang dari Pekanbaru hendak pergi ke Solo.

Di tengah perjalanan, mereka mampir dahulu ke Kabupaten Indramayu untuk menemui komunitasnya.

Di saat itu, mereka juga meminta-minta uang kepada para pengguna jalan.

"Sedikit demi sedikit kita coba tekan keberadaannya dengan melakukan razia setiap hari," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved