Cerita Andri, Burung Murainya Ditawar Wali Kota Madiun Rp 400 Juta, Ogah Lepas karena Alasan Khusus

Andri mengaku sebenarnya harga yang ditawarkan oleh Maidi sudah sangat tinggi. Namun ia tetap enggan melepas burung juara tersebut.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi burung murai. 

Andri mengaku sebenarnya harga yang ditawarkan oleh Maidi sudah sangat tinggi.

Namun ia tetap enggan melepas burung juara tersebut.

"Burung ini usianya sudah 9 tahun. Setelah ini rencananya masuk kandang untuk diternakkan," jelas Andri.

Faktor genetik dari burung itu jadi alasan.

Andri menyebut, burung tersebut merupakan bibit unggul yang akan disayangkan jika sampai berpindah tangan.

"Jadi biar trah keturunannya tidak hilang. Jadi ditawar berapapun tidak saya lepas," lanjut warga Kabupaten Ngawi ini.

Andri menceritakan, burung tersebut ia dapatkan pada tahun 2012 dari pecinta burung di Magetan.

Ia membelinya setelah burung tersebut menjuarai lomba burung berkicau di Pasar Joyo Madiun.

"Jadi memang bibit unggul, burung juara," lanjutnya.

Andri memang sering mengikuti lomba burung berkicau baik di luar kota maupun luar pulau.

"Ada 40 burung di rumah, karena saya peternak juga," tambahnya.

Dari sekian burung yang ia punya, ada salah satu burung murai batu yang pernah di tawar Rp 1 miliar.

"Saat itu menang lomba di Surabaya dan dapat mobil Honda Brio. Langsung ditawar Rp 1 miliar oleh seorang juragan dari Sumatera. Tetapi tidak saya lepas," jelas Andri.

Menurut Andri, tidak ada cara khusus dalam merawat burung agar bisa memiliki suara yang bagus.

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved