Sejarah Kota Solo

Cerita Bungker Rumah Tua Laweyan Solo, Dari Tempat Mengecoh Belanda, Sampai Tempat Petak Umpet Bocah

Omah Lawas Laweyan, yang menjadi salah satu rumah tertua di Solo, punya bunker tempat bersembunyi dari Belanda.

TribunSolo.com/Vincentyus Jyestya
Bagian dalam rumah Martodinaman di Laweyan yang disebut jadi salah satu rumah tertua di Solo yang masih utuh, disebut dibangun sejak 1758. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Seperti apa rumah orang Jawa di tahun 1700-an, atau di era kolonialisme Belanda?

Bila ingin melihat, berkunjunglah ke Kampung Batik Laweyan Solo.

Baca juga: Menyelamatkan Rumah Martodinaman, Salah Satu Rumah Tertua di Solo yang Masih Utuh

Di sana, anda bisa mencari Omah Lawas Laweyan.

Lokasi tepatnya rumah ini berada di Jl. Sayangan Wetan, RT 01 RW 02, Kec. Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah.

Mural di dinding gang bisa menjadi penanda bagi mereka yang berniat mengunjungi.

Tertulis pula dalam kayu yang tertempel di tembok 'Omah Lawas'.

Rumah dari keluarga perajin cap batik Martodinaman itu ditinggali oleh Dewi Waraswati (61), sang pewaris sekaligus perawat rumah kuno itu.

Keluarga meyakini rumah itu dibangun tahun 1758, dan masih asli sampai sekarang.

Yang membuatnya beda, sebagaimana rumah zaman dulu, Oma Lawas Laweyan ini sejatinya punya bunker.

Menurut Dewi, bunker itu dulu dibangun untuk bersembunyi dari tentara Belanda. 

Bunker berukuran cukup besar, yakni 5 x 20 meter.

Bunker ini terletak tepat di bawah lantai Gandok kiwo.

"Dulu aslinya ada bunker dibawah Gandok itu. Waktu saya masih kecil itu untuk delikan anak-anak itu," katanya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved