Sejarah Kota Solo

Inilah Penampakan Salah Satu Rumah Tertua di Solo, Umurnya Lebih Tua dari Masjid Agung Kraton Solo

Seperti apa rumah orang Jawa di tahun 1700-an? Bila ingin melihat, berkunjunglah ke Omah Lawas Laweyan di Kampung Batik Laweyan Solo.

TribunSolo.com/Vincentyus Jyestya
Omah Lawas Laweyan di Kampung Batik Laweyan, yang kini ditinggali Dewi Saraswati. Dibangun tahun 1758, atau lebih tua dari Masjid Agung Keraton Surakarta yang dibangun tahun 1763. 

Kemudian TribunSolo.com bertolak ke bagian Ngomah.

Masuk di sana, suasana lembab langsung terasa.

Sedikit sinar matahari masuk dari celah genteng di atas kami.

Blandar bersusun yang disebut tumpangsari juga terlihat.

Yang menarik, di bagian utara Ngomah terdapat kain hitam menutupi dinding berukuran 2 meter x 2 meter.

Di atas kain hitam itu, terpampang prasasti yang dimaksud Dewi.

Sebuah tokoh pewayangan serupa gajah digambarkan duduk di bulan sabit.

Dewi menyatakan bentuk rumah hingga kayu yang ada di rumah berukuran 25 meter x 10 meter itu memang tak pernah berubah.

Yang unik, saat dicermati, di rumah ini tak ada satu pun paku.

Dewi mengatakan rumah ini memang dibangun dengan sistem yang bisa dibongkar pasang.

Penyatunya antara dinding yang terbuat dari kayu jati adalah kayu juga.

"Nggih, nggak ada pakunya sama sekali. Pakai sindik-sindik itu lho, kayak kayu diselundupke," kata Dewi.

"Dindingnya kayu, kayu jati tapi yang nggak dipasah, masih pecalan gitu," tambahnya.

Punya Bunker

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved