Mengenal Varian Covid-19 Deltacron, Potensi Bahaya hingga Tingkat Penularan, Simak Penjelasannya

Deltacron mengandung gen dari kedua varian tersebut dan menjadikannya apa yang dikenal sebagai virus rekombinan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Freepik
Ilustrasi virus: Benarkah Deltacron lebih berbahaya dari varian lainnya? 

TRIBUNSOLO.COM - Deltacron merupakan varian Covid-19 yang mengandung elemen Delta dan Omicron.

Bisa dikatakan, Deltacron mengandung gen dari kedua varian tersebut dan menjadikannya apa yang dikenal sebagai virus rekombinan (hibrida).

Apakah Deltacron lebih berbahaya dari varian lainnya?

Baca juga: Omicron Siluman Disebut Lebih Menular dari Omicron Biasa, Simak Penjelasan Kemenkes

Dilansir dari Kompas.com, Dr Etienne Simon Loriere dari Institut Pasteur mengatakan memang banyak pemikiran bahwa hibrida atau rekombinan antara Delta dan Omicron terdengar sangat menakutkan.

Namun, ada banyak alasan untuk tidak perlu panik dan khawatir.

"Ini bukanlah suatu kekhawatiran baru," jelasnya dikutip dari Kompas.com, Selasa (15/3/2022).

Rekombinasi ini dikatakan Simon memang sangat jarang terjadi.

Tetapi, karena keberadaannya yang diduga sudah ada sejak Januari, ini menunjukkan bahwa kemampuan perkembangan atau tumbuhnya virus rekombinan Deltracon tidak eksponensial.

Lebih lanjut, ia menyebut tidak ada banyak kasus infeksi Deltacron saat ini yang bisa dibandingkan dengan infeksi kasus varian Delta dan Omicron.

Pasalnya, masih banyak sekali yang belum kita ketahui dari Deltacron ini untuk menyebutkan lebih berbahaya atau lebih aman dibandingkan kedua varian sebelumnya.

Baca juga: Perbedaan Gejala Varian Omicron dengan Flu Biasa, Cenderung Serupa, Tapi Tetap Bisa Dibedakan

"Ada sangat sedikit dari kasus ini (Deltacron) yang diidentifikasi sejak awal Januari, jadi tidak memiliki kelebihan yang selektif," paparnya.

Dengan kata lain, jika itu akan menjadi lebih menular daripada infeksi varian Omicron, yang sekarang mendominasi kasus Covid-19 di banyak negara di dunia, maka bisa jadi seharusnya kasus Deltacron saat ini sudah cukup signifikan meningkat.

(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved