PA 212 Tanggapi Dua Terdakwa Polisi Penembak Laskar FPI Divonis Bebas: Terus yang Bunuh Genderuwo?

Meski demikian Slamet merasa tidak kaget. Ia mengungkapkan, sejak awal PA 212 sudahh menilai aneh perkara ini.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. 

Hakim memiliki pertimbangan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Namun kata Hakim, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella tidak dapat dijatuhi hukuman karena melakukan pembelaan terpaksa.

"Terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella sebagai dakwan primer dalam rangka pembelaan terpaksa melampaui batas," kata Hakim Ketua saat membacakan vonis di ruang sidang utama PN Jakarta Selatan.

Adapun vonis terhadap Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU dalam tuntutannya sebelumnya, menyatakan Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sesuai dakwaan.

Kedua terdakwa diharapkan bisa dipidana 6 tahun penjara, demikian permintaan JPU kepada Majelis Hakim.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Menjatuhkan pidana terhadap dengan pidana penjara selama 6 tahun dengan perintah terdakwa segera ditahan," kata JPU saat membacakan tuntutannya, Selasa (22/2/2022).

Sementara itu, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 Ayat (3) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Putusan ini pun disambut gembira oleh tim kuasa hukum kedua terdakwa.

Mereka menyatakan menerima dan langsung memutuskan tak mengajukan banding.

"Alhamdulilah, kami menerima putusan itu," kata koordinator kuasa hukum terdakwa Henry Yosodiningrat setelah putusan dibacakan oleh majelis hakim Arif Nuryanta.

Lantas bagaimana sikap jaksa penuntut umum (JPU)?

Menanggapi vonis bebas dua terdakwa, JPU masih menyatakan akan pikir-pikir terlebih dahulu dengan kurun waktu 7 hari untuk upaya hukum selanjutnya.

"Kami menyatakan pikir-pikir yang mulia," beber jaksa Fadjar, dilansir dari Tribun Jakarta. (*)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved