Berita Klaten Terbaru

Antisipasi Kasus Covid-19 Melonjak, Klaten Tiadakan Tradisi Padusan di Umbul Jelang Ramadan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengeluarkan kebijakan meniadakan tradisi padusan di umbul untuk tahun ini. 

TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Ilustrasi Umbul. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengeluarkan kebijakan meniadakan tradisi padusan di umbul untuk tahun ini. 

Hal ini tertuang melalui surat edaran nomor 1 tahun 2022 tentang penyelenggaraan kegiatan seni dan tradisi menjelang bulan suci ramadan. 

Seperti diketahui, padusan merupakan tradisi yang biasa dilakukan masyarakat Jawa menjelang ramadan.

Baca juga: Cerita Mualaf di Klaten Persiapan Sambut Ramadan, Hapus Tato: Berniat untuk Berubah

Baca juga: Sragen Masih PPKM Level 3, Bupati Yuni Prediksi Masuk Ramadan Kasus Covid-19 Bisa Kembali Stabil

Mereka akan mandi di umbul dengan maksud membersihkan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa. 

Kawasan Klaten, biasanya diburu masyarakat untuk melakukan padusan, sebab banyak umbul dan pemandian. 

Sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Klaten, Pemerintah meniadakan tradisi tersebut. 

"Persiapan bulan puasa ini sudah kita terbitkan surat edaran Sekda, padusan ditiadakan," jelas PJ Sekda Klaten, Jajang Prihono, Senin (21/3/2022).

Baca juga: Tanda-tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar, Lengkap dengan Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan

Dia mengatakan, bila masyarakat ingin melakukan tradisi padusan bisa dilakukan di rumah.

Padusan tidak diizinkan digelar di tempat umum. 

Walaupun padusan ini ditiadakan, namun tempat wisata air di Klaten tidak ditutup. 

"Tempat wisata buka dengan penerapan PPKM Level 3," kata dia.

Baca juga: Semarakkan Ramadan, Lorin Solo Hotel Tawarkan Paket Buka Puasa dengan Beragam Konsep

Kapasitas tempat wisata di Klaten ini, diizinkan hanya menampung 25 persen dari kapasitas. 

Sementara itu, untuk sadranan, diizinkan untuk digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. 

Sementara itu, pertunjukan wayang kulit maksimal 5 jam, sedangkan pertunjukan seni yang lain hanya diperbolehkan selama 2 jam dengan kapasitas 50 persen penonton. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved