Berita Karangayar Terbaru

Investigasi Animals Hope Shelter, Temukan Titik Rumah Jagal Anjing di Solo dan Karanganyar

Animals Hope Shelter mengaku masih menemukan titik rumah jagal dan peredaran daging anjing di Kota Solo dan Karanganyar. 

TribunSolo.com/Dok DMFI
ILUSTRASI : Anjing diikat mulutnya dan dimasukkan ke dalam karung yang sempit sebelum dijagal. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Animals Hope Shelter mengaku masih menemukan titik rumah jagal dan peredaran daging anjing di Kota Solo dan Karanganyar. 

Founder dan Leader Animals Hope Shelter, Christian Joshua Pale mengatakan, mereka saat ini melakukan investigasi dan menemukan peredaran penjualan daging anjing

Selain itu, ada hal yang dia sesalkan terjadi di Solo Raya, yakni penjualan daging anjing sudah dianggap lumrah oleh masyarakat.

Baca juga: Kera di Ngemplak Boyolali Meresahkan Warga, Petugas Damkar Usir dengan Anjing Penjaga 

Baca juga: Heboh Menag Soal Analogi Toa Masjid & Gonggongan Anjing, Muhammadiyah Karanganyar Sarankan Tabayyun 

"Kami masih menemukan titik rumah jagal dan perdagangan daging anjing yang tersebar di Kota Solo dan Kabupaten Karanganyar," ucap Joshua, kepada TribunSolo.com, Minggu (3/4/2022).

Joshua mengatakan, saat investigasi, pihaknya menemukan seseorang di warung makan di wilayah Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. 

Dia menuturkan, di motornya ada seekor anjing yang diikat dan dimasukan dalam karung.

"Anjing itu sempat berusaha keluar hingga terjatuh dari motor, namun sang pengendara itu langsung mengangkat dan menempatkan karung tersebut di atas motornya kembali," ujar Joshua.

Baca juga: Inilah Bos Daging Anjing Solo Raya Asal Gemolong Sragen : Sekali Setor 53 Ekor, Kantongi Cuan Jutaan

Dia mengatakan, dalam investigasi pihaknya sempat memotret motor dan nopol polisi tersebut.

Data-data tersebut nantinya akan dijadikan bahan investigasi, untuk mengungkap kasus perdagangan daging anjing.

"Kami masih mencari data-data terkait ini, " kata Joshua.

Dia menjelaskan, aksi tersebut telah melanggar dua peraturan yaitu pasal 55 ayat 1 jo Pasa 47 ayat 5 Undang-undang Republik Indonesia nomor 41 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan atau pasal 302 KUHP.

"Contohnya yang kami lakukan beberapa waktu lalu, dilakukan penggerebekan di rumah anjing jagal terbesar di Blitar, dan saat ini sedang diproses hukum," ujar Joshua.

Ia menuturkan, komsumsi daging anjing membahayakan kesehatan masyarakat baik pemakan maupun tidak.

Baca juga: Nasib Malang Bocah Digigit Anjing : Sempat Alami Kelumpuhan Hingga Akhirnya Meninggal

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved