Info PLN

Dorong Transisi Energi Baru Terbarukan, 8 Pabrik Rekanan H&M Group Teken Kontrak Pembelian REC PLN

PLN menandatangani nota kesepahaman penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan 8 Factory Partner H&M Group di Jateng dan Yogyakarta

Editor: Aji Bramastra
PT PLN (Persero)
PLN menandatangani nota kesepahaman penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan delapan Factory Partner H&M Group di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC). 

TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG -– PLN menandatangani nota kesepahaman penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan delapan Factory Partner H&M Group di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC).

Penandatanganan perjanjian kerja sama dan kontrak pembelian REC dilakukan antara PLN dengan PT Sritex Group yang membawahi 3 pabrik, PT Busanaremaja Agracipta, PT Semarang Garment, PT Bomin Permata Abadi, PT Bangun Maju Lestari, dan PT YB Apparel Jaya pada Rabu (13/04).

Baca juga: Nikmati Diskon Tambah Daya Lewat Promo Lebaran Ceria, Hanya Belanja 100 Ribu di PLN Mobile

Hadir menyaksikan penandatanganan ini, Vice President Strategi Pemasaran Bagian Timur Regional Jawa Madura Bali PLN, Kris Cahyono mewakili Direktur Bisnis Regional Jawa Madura Bali, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta, M. Irwansyah Putra, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, Elis Masitoh, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, dan Program Stakeholder Engagement and Public Affair Lead H&M Group Production Office Indonesia, Anya Saphira

Irwansyah dalam sambutannya mengatakan PLN berkomitmen untuk terus mendukung transisi menuju energi terbarukan, dengan kerja sama ini industri turut berkontribusi dalam penurunan emisi.

“Selaras dengan pilar transformasi ‘green’ PLN terus berupaya mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan sejalan dengan target Net Zero Emission tahun 2060, kerja sama ini merupakan wujud konkret bahwa sektor industri berperan penting dalam transisi energi terbarukan dan pengurangan emisi,” terang Irwansyah.

Ia menambahkan, melalui Penandatangan Perjanjian Jual Beli Listrik REC dengan Factory Partner H&M hari ini, potensi pembelian REC sebesar 85.306 unit sampai jangka waktu lima tahun mendatang.

“Sampai dengan Bulan Maret 2022, PLN UID Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta telah menjual sejumlah 22.012 unit REC kepada 5.635 pelanggan senilai Rp 770.420.000,” imbuhnya.

Sementara itu, Program Stakeholder Engagement and Public Affair Lead H&M Group Production Office Indonesia mengatakan pihaknya mendukung pengurangan emisi dengan beralih kepada proses bisnis yang lebih ramah lingkungan.

“Di H&M Group kami berkomitmen menyesuaikan proses bisnis ke arah yang lebih ramah lingkungan, termasuk mengubah cara fashion diproduksi, dinikmati dan dikonsumsi. H&M Group memiliki target menurunkan 56 % emisi di rantai pasok produksi termasuk di Indonesia di tahun 2030,” Terang Anya.

Untuk mencapai target tersebut, tambahnya, dibutuhkan kolaborasi antar pihak dengan berbagai pihak diantaranya BUMN, Pemerintah, dan swasta.

“Rasanya tidak mungkin dicapai sendiri, jadi memang hanya melalui kolaborasi, kerja sama dan mimpi target ini dapat diwujudkan. Terima kasih yang tak terhingga saya sampaikan kepada PLN yang menjadi motor utama penggerak transisi renewable energy di Indonesia, kami mengharapkan inovasi dari PLN ke depannya,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Sujarwanto Dwiatmoko mengapresiasi kegiatan penandatanganan kerja sama dan kontrak pembelian REC antara PLN dengan pabrik mitra H&M Group ini.

“Kami mengapresiasi H&M Group yang telah mendorong 8 industry partnernya di Jawa Tengah dan DIY untuk menuju pada transisi energi. Untuk PLN kami juga menyampaikan apresiasi atas inovasi dalam memberikan layanan terbaik. Program REC ini adalah jawaban dari beberapa persoalan, yaitu dukungan kepada industri untuk lebih maju dan mengatasi permasalahan lingkungan yang mana ini patut disuarakan,” ujar Sujarwanto.

REC merupakan sertifikat atas produksi energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit energi terbarukan. Melalui REC, PLN menghadirkan opsi pengadaan bagi pelanggan untuk pemenuhan target penggunaan energi terbarukan yang transparan, akuntabel dan diakui secara internasional dalam kegiatan usahanya. Adapun satu unit REC setara dengan 1 Mega Watt hour (MWh).

Bagi pelanggan yang ingin melakukan pembelian REC PLN, baik untuk individu maupun korporasi, dapat langsung mengunjungi website https://layanan.pln.co.id/renewable-energy-certificate. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved