Kabareskrim Beri Saran Ini ke Polda NTB soal Kasus Korban Begal Jadi Tersangka karena Bunuh Pelaku

Menurut Kabareskrim, jika memang benar Amaq Sinta melakukan perlawanan atau pembelaan paksa agar tidak menjadi korban para pelaku, maka ia harus dilin

Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Tangkapan layar KOMPAS TV
Korban begal yang menjadi tersangka, Murtede alias Amaq Sinta (34) warga Dusun Matek Maling, Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) 

TRIBUNSOLO.COM - Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto buka suara soal kasus korban begal Amaq Sinta yang kini menjadi tersangka pembunuhan.

Diberitakan sebelumnya, Amaq Sinta itetapkan sebagai tersangka karena ia membunuh dua orang begal.

Hal tersebut dilakukannya karena terpaksa untuk membela diri.

Baca juga: Kabareskrim Tanggapi Korban Begal di NTB Jadi Tersangka karena Bunuh Pelaku : Harusnya Dilindungi

Menurut Agus, jika memang benar Amaq Sinta melakukan perlawanan atau pembelaan paksa agar tidak menjadi korban para pelaku, maka ia harus dilindungi.

Oleh karena itu, Agus menyarankan Kapolda NTB untuk bisa melakukan gelar perkara kasus ini.

Serta mengundang tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat dalam proses gelar perkara tersebut.

"Saya kira, bila benar yang bersangkutan melakukan perlawanan atau pembelaan paksa, dalam artian bila tidak dilakukan bisa menjadi korban para pelaku, ya harus dilindungi.

Saran saya kepada Kapolda NTB untuk mengundang gelar perkara yang terjadi dengan pihak Kejaksaan, tokoh masyarakat dan tokoh agama di sana," kata Agus dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV via Tribunnews, Sabtu (16/4/2022).

Hal tersebut dilakukan agar polisi bisa meminta saran dari tokoh agama dan tokoh masyarakat tersebut.

Termasuk terkait layak tidaknya perkara ini dilakukan proses hukum.

Legitimasi masyarakat, kata Agus, akan menjadi dasar langkah Polda NTB selanjutnya.

"Minta saran dan masukan, layak tidakkah perkara ini dilakukan proses hukum. Legitimasi masyarakat akan menjadi dasar langkah Polda NTB selanjutnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Amaq Sinta yang bertaruh nyawa melawan komplotan begal yang mengancamnya, kini justru menjadi tersangka.

Dalam duel maut tersebut, Amaq Sinta berhasil mengalahkan dua orang pelaku begal.

Baca juga: Polisi Sarankan Netizen yang Curhat Jadi Korban Begal Payudara di Sukoharjo Membuat Laporan Resmi

Baca juga: Korban Begal yang Jadi Tersangka Ceritakan Kronologi saat Diserang Begal hingga Membela Diri

Namun Amaq Sinta bukanlah polisi yang bisa memaksa para pelaku begal itu menyerah tanpa perlawanan.

Akhir duel maut tersebut, dua pelaku begal pun tewas di tangannya.

Murtede alias Amaq Sinta (34), warga Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengaku terpaksa membunuh dua begal untuk membela diri.

(*)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved