Breaking News:

Ramadan 1443 H

Hukum Nonton Mukbang saat Puasa Menurut Ustaz Habib Husein Ja'far, Ternyata Bisa Mengurangi Pahala

Terkadang untuk menghabiskan waktu menunggu buka puasa, banyak Umat Muslim yang menonton video kuliner.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Youtube/GONGSAM TABLE
Salah satu vlogger Mukbang di Youtube. 

TRIBUNSOLO.COM -- Umat Muslim diwajibkan berpuasa selama bulan Ramadan.

Puasa berarti menahan makan dan minum serta segala yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Tetapi terkadang untuk menghabiskan waktu menunggu buka puasa, banyak Umat Muslim yang menonton video kuliner.

Lantas, bagaimana hukum nonton mukbang saat puasa di siang hari?

Baca juga: Makan Gorengan saat Berbuka Puasa Ternyata Berbahaya untuk Tubuh, Berikut Kata Ahli Gizi

Baca juga: Tak Hanya Daya Tahan Tubuh, Puasa Ternyata Bermanfaat bagi Kesehatan Mental, Ini Alasannya

Mukbang adalah kegiatan seseorang memfilmkan dirinya sendiri sedang memakan hidangan dengan porsi besar.

Biasanya video mukbang banyak ditonton di YouTube, Instagram, Twitter bahkan Facebook.

Apakah nonton mukbang membatalkan puasa? simak penjelasannya berikut ini.

Ustaz Habib Husein Ja'far menjawab mengenai pertanyaan apakah nonton mukbang membatalkan puasa dalam program 'ADA KOMIKA BERTANYA PADA USTADZNYA'  di Kompas TV.

Menurut Ustaz Habib Husein Ja'far, hukum nonton mukbang saat puasa boleh-boleh saja dengan beberapa catatan.

Ia mengatakan, nonton video mukbang tidak membatalkan puasa, namun dapat mengurangi pahala Ramadan.

"Iya (mengurangi pahala puasa), kalau niatnya untuk kita tidak menahan nafsu, biar 'wah enak ni nonton mukbang," ujar Ustaz Habib Husein Ja'far.

Ia menjelaskan, inti dari berpuasa merupakan imsak atau menahan diri dari hawa nafsu dan hal-hal yang membatalkannya.

"Dan kalau bisa sampai dengan titik kamu bisa enjoy dengan puasamu, jadi jangan menjalani puasa itu sebagai beban. Kalau udah nonton mukbang karena (merasa) beban untuk mengganggu nafsumu maka itu mengurangi pahala puasa," lanjutnya.

Namun, dalam hal ini Ustaz Habib Husein Ja'far memberikan pengecualian bagi mereka yang berprofesi sebagai tukang masak.

Selain itu mereka yang menonton video masak saat puasa karena ingin mengetahui resepnya juga diperbolehkan.

"Bahkan dalam hal itu (puasa) boleh mencicipi. Seorang chef atau ibu rumah tangga boleh mencicipi makanan yang dia buat tapi langsung dikeluarin lagi (tidak boleh tertelan) dan syaratnya sedikit, jangan satu sendok," ujar Ustaz Habib Husein Ja'far. (*)

Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved