Berita Solo Terbaru

Kurangi Limbah Pewarna Batik, BI Solo Ajak Gunakan Pewarna Alam dan Angkat Sustainable Fashion 

Batik merupakan identitas budaya masyarakat Indonesia yang mengekspresikan kreativitas dan spiritualitas melalui makna simbolik, warna, dan desainnya.

TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Batik merupakan identitas budaya masyarakat Indonesia yang mengekspresikan kreativitas dan spiritualitas melalui makna simbolik, warna, dan desainnya. Sehingga UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia. 

Namun demikian industri batik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Limbah dari proses pewarnaan batik yang masih menggunakan pewarna sintesis naptol, remasol, indigosol, dan sejenisnya menjadi kekhawatiran.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Baru dari Bank Indonesia di Solo, Catat, Sampai 28 April

Baca juga: Bank Indonesia Buka Layanan Penukaran Uang Baru Selama Ramadan: Ini Jadwal, Lokasi, dan Syaratnya

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo menyebut perajin batik masih terus menggunakan pewarna tersebut lantaran murah, praktis, dan lebih cerah.

"Solusi permasalahan tersebut salah satunya dengan mendorong pengrajin batik mengganti pewarna sintetis dengan pewarna alam karena Indonesia banyak memiliki bahan pewarna alternatif yang lebih aman dan tahan lama," kata Joko, Sabtu (23/4/2022). 

"Promosi terhadap batik warna alam juga perlu semakin ditingkatkan sehingga konsumen pun memiliki awareness terhadap isu ini," kata Joko. 

Sebagai salah satu upaya mengatasi, Bank Indonesia Solo mempromosikan batik warna alam untuk tampil dalam ajang Muslim Fashion Festival (MUFFEST) sejak tahun 2021. 

Pada tahun 2022, dengan menggandeng desainer Nasional Ibu Tuty Adib, batik warna alam Kelompok Batik Tulis Batik Kebon Indah tampil dalam salah satu rangkaian fashion show MUFFEST+ di Jakarta pada tanggal 22 April 2022 dengan konsep sustainable fashion. 

Joko menyebut Batik Kebon Indah yang berlokasi di Bayat, Klaten ini merupakan salah satu sentra produksi batik tulis warna alam yang terbentuk pasca gempa 2006. 

Para perempuan Desa Kebon bangkit secara berkelompok untuk menekuni batik warna alam dengan memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar. 

"Hingga saat ini jumlah anggota Kelompok Batik Tulis Kebon Indah mencapai lebih dari 50 orang sehingga menjadi simbol kebangkitan ekonomi perempuan Bayat pasca bencana," kata Joko. 

Dalam event nasional MUFFEST+ 2022 yang digelar oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Tuty Adib akan menampilkan 8 outfit busana muslim ready to wear deluxe yang eksklusif dengan materi batik tulis warna alam Kebon Indah. 

Dengan ciri khas motif batik Kebon Indah yang terinspirasi dari bentuk-bentuk alam di sekitarnya, desain outer, skirt, blouse dan gaun panjang pada koleksi Tuty Adib kali ini menjadi inspirasi bagi muslimah muda yang aktif dan ingin tampil beda. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved