Berita Klaten Terbaru

Duh, Kesehatan Sopir di Klaten Dicek saat Mudik, Banyak yang Mengidap Diabetes hingga Hipertensi

Sopir dan awak bus diperiksa kesehatannya saat arus mudik dimulai di Terminal Ir Soekarno Klaten, Selasa (26/4/2022).

TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Sopir dan awak bus diperiksa kesehatannya di Terminal Ir Soekarno Klaten, Selasa (26/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sopir dan awak bus diperiksa kesehatannya saat arus mudik dimulai di Terminal Ir Soekarno Klaten, Selasa (26/4/2022).

Pemeriksaan itu melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Polres Klaten.

Koordinator Lapangan Pemeriksaan Kesehatan Dinas Kesehatan, Inayati menerangkan, pemeriksaan mendapatkan hasil mengejutkan.

Di mana banyak di antaranya mengidap hipertensi dan diabetes.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan hasilnya ada 12 orang memiliki penyakit hipertensi, 9 orang menderita diabetes sedangkan 3 orang menderita penyakit hipertensi dan diabetes," terang dia kepada TribunSolo.com.

"Ada juga yang ditemukan tensinya tinggi, namun itu hanya karena kepanikan atau kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh," imbuhnya.

Inayati menjelaskan jika hasil tersebut berdasar pemeriksaan dokter, tidak hanya dilakukan dengan pengecekan tensi saja.

"Yang tensi tinggi ataupun hipertensi akan diberikan obat, namun khusus untuk hipertensi harus meminum obat secara rutin karena penyakit itu bisa dikendalikan namun tidak bisa disembuhkan," ungkap Inayati.

Dirinya menjelaskan jika rata-rata yang ditemukan adalah hipertensi namun ada juga yang memiliki diabetes.

Baca juga: Fix! Bupati Karanganyar Juliyatmono Tak Akan Gelar Open House di Rumah Dinas saat Idul Fitri 2022

Baca juga: Viral di Klaten, Video Polisi Tendang Pemotor, Kapolres : Mau Menabrak saat Balap Liar Dibubarkan

"Rata-rata hipertensi namun tadi ada yang suntik insulin juga, karena punya penyakit gula," jelasnya.

Dia menambahkan jika ditemukannya kadar gula darah tinggi pada salah satu orang yang melakukan pemeriksaan bisa jadi dikarenakan pola makan yang tidak terkontrol.

Nantinya, untuk yang bersangkutan akan disarankan untuk melakukan tes lebih lanjut.

"Untuk gula yang tinggi bisa jadi karena pola makan, istirahat dan olahraganya. Makanya setelah dicek ini tadi, diminta yang bersangkutan untuk cek ke laboratorium periksa gula," terangnya.

Inayati menambahkan jika pemeriksaan gula darah yang dilakukan hanya sebatas screening awal.

Nantinya yang bersangkutan akan dilakukan pengecekan sebelum puasa dan setelah puasa.

Dirinya berpesan khususnya kepada pengemudi bus untuk membatasi jam kerjanya, agar pola istirahat dan kerjanya teratur.

"Harusnya setiap supir itu punya jam kerja dan jam istirahat karena tidak boleh 24 jam dia terus bekerja," jelas dia.

"Minimal 8 hingga 9 jam dia harus istirahat baru melakukan perjalan kembali. Itulah kenapa harus ada supir cadangan dalam perjalanan jauh (AKAP)," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved