Serie A

Inter Milan Terancam Gagal Pertahankan Scudetto, Simone Inzaghi Tetap Dipercaya Melatih

CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, mengaku puas dengan kinerja Simone Inzaghi, meski gagal pertahankan scudetto alias gelar juara Serie A.

Penulis: Tribun Network | Editor: Mardon Widiyanto
TribunSolo.com / AFP
Reaksi Simone Inzaghi dalam babak 16 besar Liga Champions Inter Milan vs Liverpool FC di Stadio Giuseppe Meazza, 16 Februari 2022. (Giuseppe Maffia/NurPhoto/AFP) 

TRIBUNSOLO.COM - Inter Milan terancam gagal terancam gagal mempertahankan scudetto alias gelar juara Serie A.

Meskipun begitu CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, mengaku puas dengan kinerja Simone Inzaghi.

Baca juga: Berkat Blunder Konyol Kiper Pelapis Inter Milan, AC Milan Semakin Dekat Raih Scudetto

Ya, Inter Milan membuang peluang untuk kembali ke puncak klasemen kasta tertinggi Liga Italia. Dalam lawatan ke Bologna, Rabu (28/4/2022) dini hari WIB, Nerazzurri kalah 1-2.

Kiper Ionut Radu membuat blunder pada menit terakhir, yang membuat Rossoblu, julukan Bologna, meraih kemenangan.

Hasil tersebut membuat rival sekota Inter, AC Milan, tetap di puncak dengan keunggulan dua poin.

Alhasil, Inter tak boleh tergilincir dalam empat laga terakhir Serie A musim 2021-22.

Hasil positif tersebut harus "dibantu" satu kali kegagalan Milan sehingga Nerazzurri bisa mempertahankan gelar juara Liga Italia.

Meski demikian, manajemen Inter tetap percaya dengan kinerja Simone Inzaghi.

Berbicara dalam event Il Foglio di Stadion Giuseppe Meazza, Marotta memberikan konfirmasi Inter akan tetap melangkah bersama Inzaghi tanpa mempedulikan hasil.

"Tentu saja kami sangat senang dengan Inzaghi. Kami sangat senang Inzaghi. Dia melakukannya dengan baik dan telah memiliki selisih perkembangan yang kuat," ujar Marotta.

Baca juga: Inter Milan Vs AC Milan, Taktik Kejutan Ala Stefano Pioli, Siap Hadang Kepercayaan Diri Inzaghi

Pelatih Inter Milan Italia Simone Inzaghi (tengah) berjalan di awal pertandingan sepak bola Serie A Italia Inter Milan vs Genoa di stadion San Siro di Milan, pada 21 Agustus 2021. (MIGUEL MEDINA / AFP)
Pelatih Inter Milan Italia Simone Inzaghi (tengah) berjalan di awal pertandingan sepak bola Serie A Italia Inter Milan vs Genoa di stadion San Siro di Milan, pada 21 Agustus 2021. (MIGUEL MEDINA / AFP) (MIGUEL MEDINA / AFP)

Dia bahkan memprediksi adik kandung Filippo Inzaghi itu bakal memiliki masa depan yang cerah. Dia bisa seperti sejumlah pelatih senior asal Italia.

"Saya yakin ketika mencapai umur (Carlo) Ancelotti, (Antonio) Conte atau (Massimiliano) Allegri, dia bisa menjadi salah satu yang terbaik," ungkap Marotta.

Inzaghi datang ke Inter pada 3 Juni 2021. Dia bergabung setelah menyelesaikan kontraknya bersama tim ibu kota Italia, Lazio.

Selama menakhodai Inter dalam 34 pertandingan kompetitif, Inzaghi menorehkan catatan 21 kali menang, sembilan imbang dan empat kalah. Artinya, Inzaghi mencatatkan rata-rata 2,12 poin per pertandingan.

Di pentas Liga Champions 2021-22, Inter cukup impresif karena mampu menembus babak 16 besar. Sayang, langkah mereka dijegal raksasa Liga Inggris, Liverpool, yang kini di ambang pintu final.


(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved