Berita Sukoharjo Terbaru

Inilah UU KUHP yang Membuat Polisi Tak Bisa Menahan Ir, Pengemudi 'Mobilio Setan' di Kartasura

Meski sudah mengakibatkan 5 pengendara motor celaka, Ir (30), pengendara Honda Mobilio nopol G-9431-VA, tak bisa begitu saja ditahan.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com/Istimewa
Honda Mobilio yang dikemudikan Ir, dan mengakibatkan kecelakaan beruntun di Kartasura saat malam takbiran, Minggu (4/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO -- Meski sudah mengakibatkan 5 pengendara motor celaka, Ir (30), pengendara Honda Mobilio nopol G-9431-VA, tak bisa begitu saja ditahan.

Meski demikian, kepolisian mengaku, Ir dan mobil Honda Mobilio G-9431-VA yang ia kendarai sampai sekarang masih diamankan Satlantas Polres Sukoharjo.

Baca juga: Kecepatan Mobilio Ugal-ugalan di Kartasura Sampi 100 km/jam, Padahal Melaju di Jalanan Padat

Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Sukoharjo, Ipda Guntur Setiawan mengatakan, sejak kejadian, pengemudi mobil masih diamankan pihak kepolisian.

"Sejak kejadian, pengemudi mobil dan barang bakti masih kita amankan di Satlantas Polres Sukoharjo hingga saat ini," katanya, Rabu (4/5/2022).

"Kita masih terus melakukan proses penyelidikan dan penyidikan," tambahnya.

IPDA Guntur mengantakan, polisi tidak bisa langsung melakukan penahanan terhadap pengemudi mobil, karena ancaman hukumannya dibawa 5 tahun.

Sesuai UU KUHP Pasal 21 ayat 4, polisi bisa melakukan penahanan langsung jika ancaman hukumannya diatas 5 tahun.

Atau tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 282 ayat 3, pasal 296, pasal 335 ayat 1, pasal 351 ayat 1, pasal 353 ayat 1, pasal 372, pasal 378, pasal 379 a, pasal 453, pasal 454.

"Pelaku bisa ditahan. Tapi kalau sudah cukup bukti, proses penyelidikan dan penyidikan sudah selesai, nanti akan yang berhak menahan hasil dari persidangan," ucapnya.

Dari kejadian itu, 5 pengendara motor mengalami luka ringan. Sedangkan satu korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit, sudah dibawa pulang.

Karena minimnya kerugian, ada korban yang tidak ingin diproses kasusnya.

"Ada korban yang minta barang buktinya dikembalikan. Tapi kami belum bisa menindaklanjuti, karena untuk sampai pengadialn harus ada barang bukti, baik dari penabrak maupun yang ditabrak, jadi barang bukti masih kami tahan," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved