Berita Wonogiri Terbaru

Lebaran, Permintaan Ikan Nila Wonogiri Meningkat Tajam, Ekonomi Bergerak

Berkah lebaran di tahun ini benar-benar dirasakan oleh para pemilik karamba apung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Aktivitas pekerja di Karamba Apung WGM. Saat ini petani ikan sedang sumringah karena harga ikan naik. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Berkah Lebaran di tahun ini benar-benar dirasakan oleh para pemilik karamba apung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

Pasalnya, permintaan akan ikan nila segar disebut mulai meningkat sejak sebelum lebaran hingga saat ini. Selain itu, harga ikan pun kini juga sedang naik.

Ketua Paguyuban Pembudidaya Ikan Waduk Gajah Mungkur Nila Kencana, Sugiyanto, menuturkan permintaan ikan nila mulai meningkat bahkan sejak sebelum hari Lebaran.

Baca juga: Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Full Senyum, Dipadati Warga saat Libur Lebaran  

Baca juga: Waduk Gajah Mungkur Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Tiket Masuknya Akan Naik Sesuai Aturan

"Lebaran ini memang cukup bagus, permintaan naik harga juga naik. Saat ini harga menyentuh Rp 28 ribu per kilo dari kolam," kata dia, kepada TribunSolo.com, Kamis (5/5/2022).

Sugiyanto mengatakan, harga ikan nila biasanya hanya di angka Rp 24-25 ribu per kilogram. Menurutnya, itu bisa untuk menutup modal yang digunakan untuk membeli pakan yang harganya juga cukup tinggi.

Permintaan ikan nila di Paguyuban Nila Kencana, kata dia, sudah terjadi sejak 2-3 hari sebelum lebaran. Dia mengirim ikan nila ke penjual di wilayah Jogjakarta.

"Kalau dihitung mungkin bisa 100 persen lebih. Penjual itu dikirim berapa pun mau, karena pasti habis," jelasnya.

Meskipun begitu, pihaknya tetap mengatur pengiriman untuk menjaga ketersediaan ikan yang dimiliki. Pihaknya tidak mau aji mumpung dengan mengirim jumlah ikan yang besar di setiap harinya.

Baca juga: Sebulan Lebih Diresmikan Jokowi,Air Waduk Pidekso Wonogiri Melimpah, Sampai Dibuang ke Bengawan Solo

Dalam momen lebaran ini, pihaknya bisa mengirim hingga 8 kuintal ikan nila per harinya. Itu naik menjadi dua kali lipat dibandingkan dengan hari biasa.

"Kami tetap menjaga kontinuitas, jangan sampai nanti satu atau dua minggu setelah lebaran barangnya tidak ada. Kita mempertanggung jawabkan kontinuitas itu," paparnya.

Pihaknya pun berharap, setelah lebaran nanti harga nila yang saat ini menyentuh di angka Rp 28 ribu per kilogram tidak berubah.

Sebab, harga pakan saat ini menurutnya cukup tinggi yakni Rp 340 ribu per 30 kilo. Adapun harga pakan biasanya hanya di angka Rp 325 ribu dengan ukuran sama.

"Harapannya harga tetap bertahan setelah lebaran nanti, paling tidak ya di angka Rp 27 ribu per kilo. Kalau bisa seperti itu, insyaallah bisa jalan," tandas dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved