Berita Solo Terbaru

Selama April, Inflasi Kota Solo Naik Sebasar 1,47 Persen, Faktor Utama Kenaikan Harga BBM

Selama bulan April Inflasi Kota Solo naik sebesar 1,47 persen. Inflasi ini dipicu kenaikan sejumlah komoditas terutama Bahan Bakar Minyak (BBM).

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Ilustrasi: Pertamax yang dijual eceran di warung milik Rini di Sragen, Jumat (1/4/2022). Kenaikan harga BBM juga berpengaruh pada naiknya Inflasi di Kota Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Selama bulan April Inflasi Kota Solo naik sebesar 1,47 persen. Inflasi ini dipicu kenaikan sejumlah komoditas terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) atau bensin.

Sedangkan pada bulan Maret, Kota Solo mengalami inflasi sebesar 0,93 persen.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo penyumbang inflasi yakni bensin sebesar 0,30 persen.

Baca juga: Kendalikan Laju Inflasi, TPID Kota Solo Gelar Pasar Murah : Tidak Perlu Menimbun Bahan Pangan 

Baca juga: Pemprov Jateng Naikkan UMP 2021, Plt Bupati Sragen : Dilihat Dulu Pertumbuhan & Inflasi di Solo Raya

"Minyak goreng sebesar 0,24 persen, Mobil 0,10 persen, bawang putih 0,08 persen dan es sebesar 0,05 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, Totok Tavirijanto, Senin (9/5/2022).

Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menghambat besarnya inflasi ada cabai rawit, cabai merah, sepeda motor, bawang merah, tomat, dan pasta gigi. 

Menurutnya, tingkat Inflasi tahun kalender Januari hingga April 2022 sebesar 3,16 persen. 

"Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun April 2022 terhadap April 2021 sebesar 4,65 persen," ujarnya. 

Menurut Totok, Inflasi kali ini terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).

"IHK sendiri mengalami kenaikan dari 109,10 pada Maret 2022 menjadi 110,70 pada April 2022," ujar Totok. 

Selain Kota Solo, Inflasi juga terjadi di enam kota di Provinsi Jawa Tengah yang dihitung angka inflasinya pada April 2022. 

Dan bahkan semua kota tercatat mengalami inflasi. 

"Tertinggi terjadi di Kota Cilacap sebesar 1,68 persen. Diikuti Kota Purwokerto sebesar 1,65 persen. Kota Surakarta sebesar 1,47 persen. Kota Kudus sebesar 1,27 persen. Kota Tegal sebesar 0,90 persen. Dan Kota Semarang sebesar 0,86 persen," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved