Berita Solo Terbaru

Kondisi Bisnis Properti Tahun 2022: Harga Material Naik, Tanah Juga Diprediksi Naik 

Harga tanah di Kota Solo dan sekitarnya diperkirakan bakal naik pasca pandemi Covid-19 seiring dengan pemulihan ekonomi pada 2022 ini. 

TribunSolo.com/Tara Wahyu NV
Ketua REI Solo Raya, Maharani. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Harga tanah di Kota Solo dan sekitarnya diperkirakan bakal naik seiring dengan pemulihan ekonomi pada 2022 ini. 

Menurut Ketua Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Solo Raya, Maharani, beberapa bulan terakhir harga bahan material pembangunan properti mulai merangkak naik sehingga memicu biaya produksi lainnya terdongkrak. 

"Dari sini sebenarnya kita bisa melihat bahwa perekonomian akan segera pulih. Terbukti dari bisnis properti yang mulai bangkit. Karena jika bisnis properti bergerak, semua sektor akan ikut terdampak," katanya, Selasa (10/5/2022).

Baca juga: Viral Mobil Tabrak Kucing di Jalan Perumahan, Diduga Sopir Tak Sabar Menunggu Kucing Menyebrang

Baca juga: Tanggul Jebol, Perumahan Griya Mutiara Papahan di Tasikmadu Karanganyar Kebanjiran hingga Satu Meter

Menurutnya yang terdampak mulai dari tenaga tukang, supplier dan distributor bahan material hingga perbankkan.

Maharani menyebut, tanah bisa naik hingga 10 persen sama seperti tahun-tahun sebelumnya. 

"Kalau saat ini untuk harga tanah subsidi berkisar di angka Rp 250 Ribu per meter tinggal nanti kita lihat jauh dekatnya lokasi," ujarnya.

Sedangkan untuk rumah bersubsidi, Maharani menyebut saat ini berada di harga Rp 150 Juta. 

Selain itu, untuk harga tanah juga disesuaikan oleh masing-masing daerah.

Baca juga: Viral Video Kolam Renang Menyambung di Belakang Perumahan, Ternyata Begini Fakta Sebenarnya

"Wonogiri dan Boyolali potensinya paling bagus untuk bisnis properti. Di sana daerah berkembang, banyak destinasi wisata juga. Banyak permintaan investor membangun rumah di sana. Karena memang menjanjikan," ujarnya. 

Sedangkan untuk pembeli, Kawasan Sukoharjo dan Karanganyar yang paling menjadi favorit untuk memiliki hunian. 

"Selain lokasinya yang dekat dengan Kota Solo, dua kabupaten tersebut menarik disasar lantaran perekonomian dan pariwisatanya cukup maju," kata Maharani. 

"Khususnya di Karanganyar, selama pandemi, perekonomian di sana meningkat di atas rata-rata dari kontribusi destinasi wisata," imbuhnya.

Sedangkan untuk dua Kabupaten lain, yakni Sragen dan Klaten masih minim peminat. 

"Klaten sebenarnya bagus potensinya, tapi mayoritas investor masih wait and see. Karena ketentuan fasilitas umum yang diberikan pemerintah kabupaten Klaten cukup tinggi, sekitar 40 persen. Ini yang masih diperhitungkan para investor," tuturnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved