Francesco Bagnaia Dituding Curang saat Juarai MotoGP Spanyol, Diduga Langgar Batas Tekanan Ban

Balapan keenam GP Spanyol (1/5/2022) lalu di Sirkuit Jerez, Spanyol, ternyata menimbulkan buntut panjang terkait tuduhan kecurangan.

JAVIER SORIANO/AFP
Francesco Bagnaia tampil dominan sejak sesi kualifikasi sampai balapan di MotoGP Spanyol 2022, Minggu (1/5/2022) di Sirkuit Jerez. 

TRIBUNSOLO.COM - Balapan keenam GP Spanyol (1/5/2022) lalu di Sirkuit Jerez, Spanyol, ternyata menimbulkan buntut panjang terkait tuduhan kecurangan.

Dalam balapan ini Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) yang menjadi pemenang balapan ini tersandung dalam skandal pelanggaran batas tekanan ban yang diungkap Motorsport Magazine melalui jurnalis mereka, Mat Oxley.

Baca juga: Setelah Heboh Benteng Dijebol, Bekas Keraton Kartasura Ditetapkan Jadi Cagar Budaya

Untuk diketahui, tekanan ban yang rendah meningkatkan level grip tetapi lebih rentan merusak permukaan ban sehingga aturan batas minimal ditetapkan.

Adapun batas minimal tekanan ban pada MotoGP adalah 1,9 bar untuk ban depan slick dan 1,7 bar untuk ban belakang slick.

Pembalap tidak boleh melewati batas minimal selama setengah dari durasi balapan.

Adapun tekanan ban depan Bagnaia benar-benar berada di bawah batas minimal sepanjang balapan yang didominasinya tersebut.

Kenapa kemenangan Bagnaia tidak dibatalkan seperti ketika Fabio Quartararo melakukannya pada balapan Moto2 Jepang 2018?

Masih menurut Motorsport Magazine, MSMA (asosiasi pabrikan di MotoGP) dan Michelin selaku pemasok ban di kelas MotoGP punya "kesepakatan di bawah meja" untuk tidak mengungkap praktik ini ataupun menghukum pelanggar.

Sebagai catatan, pembalap kemungkinan tidak tahu apakah mereka berlomba dengan melanggar aturan atau tidak.

Dalam kasus MotoGP Spanyol yang punya durasi 25 lap, ada empat pembalap yang memenuhi batas tekanan ban selama kurang dari 12 lap.

Andrea Dovizioso (WithU RNF Yamaha), finis ke-17, dan Alex Rins (Suzuki Ecstar), finis ke-19, hanya 11 lap di atas batas minimal, masing-masing dengan ban belakang dan ban depan.

Pelanggaran paling jelas ditemukan dari dua penunggang Ducati, Francesco Bagnaia dan Jorge Martin (Pramac Racing).

Martin, sempat terjatuh dan finis di posisi ke-22, hanya mencapai batas minimal tekanan ban depan selama 1 lap dari 25 lap.

Namun, terungkapnya data yang dibocorkan teknisi senior dari salah satu pabrikan tentunya mencoreng wajah Ducati yang berpesta di Jerez.

Baca juga: Rahasia Kemenangan Bilqis Prasista Kalahkan Rangking 1 Akane Yamaguchi, Terungkap Ada Trik Khusus

Halaman
123
Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved