Cara Agar Suhu Kabin Mobil Tetap Dingin saat Cuaca Panas, Ikuti Tips Mudah Ini

Kondisi cuaca di Indonesia saat ini kerap terjadi panas terik tak terkecuali di Solo Raya.

Istimewa
Suasana kabin mobil ketika sedang berkendara. 

TRIBUNSOLO.COM - Kondisi cuaca di Indonesia saat ini kerap terjadi panas terik tak terkecuali di Solo Raya.

Saat kondisi cuaca panas ini bagi pengguna mobil biasanya merasa panas saat di kabinnya.

Baca juga: Sisca Kohl dan Jess No Limit Pacaran, Intip Gaya Romantis Pacaran Keduanya

Bagi pengguna kendaraan roda empat atau mobil, jangan khawatir, karena tetap bisa adem saat berada di kabinnya.

Namun harus diperhatikan beberapa hal jika mau menjaga suhu di kabin mobil tetap adem.

Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor mengatakan, selama fitur pendingin kabin atau AC bekerja dengan normal, maka mudah untuk membuat kabin tetap adem.

 

 

Baca juga: Ngerinya Kecelakaan Maut Truk di Boyolali: Warga Dengar Suara Ledakan, Langsung Berlari Menuju Jalan

Kemudian jika mobil sudah dilengkapi dengan fitur auto AC, maka akan lebih mudah lagi mengatur suhu di kabin agar tetap dingin.

Setelah itu tinggal tentukan saja berapa suhu yang dikehendaki.

"Mobil yang dilengkapi dengan auto AC, maka blower itu akan naik atau turun kecepatannya tergantung dari suhu AC yg di set," ucapnya kepada Kompas.com, Senin (16/5/2022).

Jadi jika ingin menyetel suhu kabin di 18 derajat, maka kecepatan blower bisa ditingkatkan.

Kemudian jika suhu di kabinnya sudah sesuai, maka kecepatan blower-nya juga akan menyesuaikan.

"Apabila tidak dilengkapi auto AC, bisa mengatur suhu dan blower AC sesuai dengan kenyaman pengemudi dan atau penumpang," kata Didi.

Ketika sudah merasa terlalu dingin, maka kecepatan blower bisa dikurangi.

Begitu juga dengan suhunya, bisa disesuaikan dengan yang dikehendaki si pengemudi maupun penumpang.

Cara Mengatasi Mesin Overheat, Jangan Langsung Buka Tutup Radiator, Lakukan Tahapan Ini

Dalam kondisi macet, sering kali ditemui beberapa masalah pada mobil.

Dilansir dari Kompas.com, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi mengatakan, penyebab terjadinya overheat di mesin adalah malfungsi di sistem pendinginan, bisa dari bocor, kipas radiator mati, karat, dan lain-lain.

“Bocor sendiri bisa dari radiator, tutup radiator, selang-selang, water pump dan lainnya. Kebocoran ini biasanya dikarenakan radiator yang diisi air, sehingga menyebabkan karat,” ujar Didi, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Namun jika mesin mengalami overheat di jalan jangan langsung membuka tutup radiatornya.

Buat kalian penguna kendaraan pasti sudah tidak asing lagi jika mendengar kata radiator.

Radiator berperan untuk mendinginkan panas pada mesin kendaraan agar tidak panas berlebih alias overheat.

Dilansir dari Grid.oto, Tri Haryanto, Mekanik Autozone, mengatakan terjadinya overheat pada mesin biasa terjadi apa lagi untuk mobil yang sering melakukan perjalanan jauh serta jarang melakukan perawatan.

"Jika mobil kalian mengalami overheat radiator jangan langsung buka tutup radiatornya bisa berbahaya karena air akan keluar," ujar Tri Haryanto.

Haryanto menyarankan agar memarkirkan kendaraan terlebih dahulu jika mesin sudah overheat dan langsung matikan mesin.

Buka kap mesin jika kendaraan sudah berada di tepi jalan, namun jangan membuka tutup radiator terlebih dahulu, pastikan suhu radiator sudah dingin baru di buka.

"Jika sudah overheat dan sampai keluar asap mendingan segera menepi dan berhenti untuk istirahat dan lakukan pemeriksaan komponen radiator jika suhu sudah dingin," lanjutnya.

Namun jika kalian tidak bisa menganalisis kerusakan, lebih baik menghubungi bengkel untuk dilakukan penanganan.

"Faktor yang menyebabkan radiator menjadi overheat adalah kerusakan pada radiator, thermostat tidak berfungsi, kipas pendingin mati dan beberapa faktor lainya," kata Tri Haryanto.

(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved