Virus Covid-19 Menyebar Lagi di Cina: Perekonomian Anjlok, Pengangguran Semakin Meningkat

Terutama sektor properti yang merupakan kontributor besar bagi pertumbuhan ekonomi, juga masih mengalami penurunan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Hector RETAMAL / AFP
Orang-orang yang mengenakan pakaian pelindung dan masker tiba di Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan, untuk naik salah satu kereta api pertama yang meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah China awal 8 April 2020. Pihak berwenang Cina mencabut larangan lebih dari dua bulan pada perjalanan keluar dari kota di mana pandemi global pertama kali muncul. 

TRIBUNSOLO.COM - Perekonomian negara Cina masih belum kembali pulih sepenuhnya gara-gara muncul lagi penyebaran Covid-19 di awal tahun 2022.

Terutama sektor properti yang merupakan kontributor besar bagi pertumbuhan ekonomi, juga masih mengalami penurunan.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, investasi para pengembang di properti telah turun 2,7 persen dalam kurun waktu 4 bulan pertama.

Baca juga: Ramalan Zodiak Selasa 17 Mei 2022: Aquarius Jangan Abaikan Kesehatanmu, Pisces Mentalmu Sedang Diuji

"Sedih rasanya ketika kita harus membahas Cina, sebuah negara yang dimana tadinya diharapkan menjadi lokomotif pemulihan ekonomi dunia,"

"Namun, harus kembali terjerembab akibat adanya Covid 19, yang kembali menjadi sebuah alasan bagi Cina untuk melakukan lockdown," ujar dia melalui risetnya, Selasa (17/5/2022).

Sementara itu, nilai penjualan rumah telah mengalami penurunan hingga 32 persen, dan saat melihat permintaan kredit secara fundamental telah mengalami penurunan akibat situasi dan kondisi yang ada.

"Tampaknya tindakan berikutnya lebih dari sekadar menurunkan tingkat suku bunga untuk mendorong permintaan kredit," kata Nico.

Baca juga: Angka Test Covid-19 di Indonesia Terus Menurun,Jubir Satgas Covid Ingatkan Soal Kesadaran Masyarakat

Di sisi lain, segala cara tengah dilakukan oleh Cina, mulai dari bauran kebijakan moneter hingga fiskal untuk menopang perekonomiannya agar tidak terseret lebih dalam akibat Covid 19.

Kemudian untuk waktu yang sangat lama, akhirnya Cina pertama kalinya menurunkan tingkat hipoteknya untuk para pembeli rumah, dan kembali mengumumkan pembukaan toko-toko di Shanghai secara bertahap.

Pemerintah dan bank sentral akan mencoba untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya, sebelum data ekonomi yang berikutnya akan kembali dirilis.

Sebelumnya, Bank Sentral Cina pada hari Minggu kemarin akhirnya memangkas kisaran batas bawah suku bunga pinjaman dari sebelumnya 4,6 persen menjadi 4,4 persen.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Cina Naik Lagi, Asian Games 2022 Resmi Ditunda

"Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara yang paling signifikan untuk meningkatkan pasar perumahan. Bank Rakyat Cina kembali mengatur tingkat fasilitas pinjaman jangka menengah pada hari Senin," tutur Nico

Selain itu, data telah mengkonfirmasi bahwa perekonomian Cina pada April 2022 telah mendorong sektor industri dan konsumen ke level terlemahnya sejak tahun 2020.

"Akibat yang ditimbulkan oleh Covid pun tidak main main lho pemirsa, output industry sendiri telah turun 2,9 persen pada April, dan penjualan ritel telah turun 11,1 persen pada periode tersebut,"

"Tidak hanya itu saja, tingkat pengangguran pun telah naik dari sebelumnya 6 persen menjadi 6,1 persen," pungkasnya. (*)

Baca juga: TKW Asal Tulungagung di Brunei Dianiaya Majikan, Gara-gara Menolak Dinikahi Jadi Istri Kedua

(Tribunnews.com/Yanuar R Yovanda)

Artikel ini telah tayang di Tribunnew.com dengan judul: Sedih, Covid-19 Bikin Sektor Properti China Ambruk dan Tingkat Pengangguran Naik

 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved