Covid-19 Menggila, Korea Utara Masih Tolak Bantuan Vaksin dan Anjurkan Warga Kumur Air Garam

Korea Utara dilaporkan sejauh ini masih menolak bantuan medis dari negara-negara lain. Dan meminta warganya untuk kumur air garam.

STR / AFP / KCNA VIA KNS
Dalam gambar yang diambil pada tanggal 25 Agustus 2020 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada tanggal 26 Agustus 2020 ini, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) menghadiri pertemuan biro politik dan dewan kebijakan eksekutif Komite pusat ke-7 Partai Pekerja Korea (WPK) di Pyongyang. 

Mereka menyebut sebaiknya berkumur dengan air garam pada pagi dan malam hari.

Sementara itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa berkumur dengan air garam dapat membersihkan rongga hidung dan bisa membasmi virus yang menyebabkan flu.

Sayangnya, air garam dinilai belum efektif untuk melawan Covid-19.

Meski begitu ribuan ton garam diangkut secara darurat ke Pyongyang untuk memproduksi larutan antiseptik seperti dilaporkan KCNA, dikutip dari kantor berita Reuters via Kompas.com.

Bantuan Vaksin

Sebelumnya China dan WHO telah menawarkan bantuan vaksin ke Korea Utara.

Namun, negara yang dipimpin Kim Jong Un ini menolak.

Terlepas dari itu, kini belum ada tanda-tanda bahwa apabila krisis kesehatan melanda Korea Utara sekali pun.

Sementara pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir penyebaran yang tidak terkendali dapat menyebabkan munculnya varian baru yang lebih mematikan.

Dilansir dari Tribunnews, para pejabat di Korea Selatan mengaku sulit menarik kesimpulan terkait kondisi tetangganya itu, karena tidak jelas bagaimana Korea Utara menghitung jumlah pasien demam dan Covid-19.

Kasus demam yang dilaporkan oleh pemerintah telah menurun di ibu kota Pyongyang, tetapi meningkat di wilayah pedesaan.

Namun Martyn Williams, peneliti yang berbasis di AS, menilai Korea utara tidak mungkin memberikan data akurat mengenai wabah Covid-19, bisa saja karena kesalahan atau manipulasi.

Baca juga: Sang Ayah Wafat karena Covid-19, Pemuda Asal Semarang Sedih Tak Bisa Rayakan Lebaran Secara Lengkap

Korea Selatan dan AS juga menawarkan bantuan kepada Korea Utara memerangi virus Corona, termasuk mengirim bantuan, tetapi belum mendapat tanggapan, kata wakil penasihat keamanan nasional Korea Selatan.

Kendati demikian, Korsel dan AS kemungkinan akan menjadi upaya terakhir Korea Utara dalam mencari bantuan, kata legislator Korea Selatan pada Kamis.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved