Pernikahan Adik Jokowi di Solo

Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK Anwar Usman Tanpa Upacara Adat 

Tak ada upacara adat dalam pernikahan adik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Idayati dengan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman. 

TribunSolo.com/Vincentyus Jyestha
Adik Jokowi, Idayati duduk di sebelah calon suaminya, Ketua MK Anwar Usman, di Solo, dalam acara pengajian prapernikahan, Rabu (25/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tak ada upacara adat dalam pernikahan adik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Idayati dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman. 

Begitulah yang disampaikan oleh Dani Wigung dari Wedding Organizer Pengantin Production yang didapuk sebagai penata acara pernikahan tersebut.

"Besok itu rangkaian upacaranya hanya akad nikah. Tidak ada upacara adat apapun," ujar Dani, kepada TribunSolo.com, di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Pilihan Keluarga Jokowi untuk Acara Pernikahan Idayati : Dekorasi Dominan Warna Merah Menyala

Baca juga: Ini Daftar 6 Lagu yang Dinyanyikan Judika di Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK 

Dani menjelaskan akad nikah yang dilangsungkan di Graha Saba Buana ini merupakan prosesi agama dan bukan adat. 

Sedangkan nuansa adat, dikatakan Dani bakal ditonjolkan atau berusaha diangkat melalui busana pengantin. 

"Pak Anwar nanti menggunakan busana Jawa, kemudian Bu Idayati menggunakan kebaya. Tapi tidak dipaesi seperti pengantin muda," kata Dani. 

"Kemudian keluarga besar, kerabat dekat, keluarga inti itu semua menggunakan busana Kejawen (adat Jawa, - red)," tambahnya.

Baca juga: Mewahnya Undangan Pernikahan Adik Jokowi Idayati dan Anwar Usman, Berwarna Merah Marun dan Emas

Adapun selama prosesi upacara akad nikah itu, bakal diiringi oleh gamelan secara live. Sedangkan ketika resepsi dimeriahkan oleh live band dan guest star, Judika. 

Nantinya master of ceremony akan membawakan acara dengan bahasa campuran antara Bahasa Jawa dan Indonesia. Hal ini dimaksudkan supaya para tamu yang hadir bisa memahami. 

"Jadi konsep Jawanya lebih diangkat pada ornamen dekorasi, busana-busana yang digunakan. Jawanya diangkat dalam ambiencenya. Tapi upacara adatnya tidak ada," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved