Berita Sragen Terbaru

Sejarah Makam SI Kampung Sidomulyo, Salah Satu TPU Tertua di Sragen: Makam Pribumi di Zaman Belanda

Makam tersebut tepat berlokasi di tepi Jalan Sukowati, di Kampung Sidomulyo, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan/Kabupaten Sragen.

TRIBUNSOLO.COM
Pintu masuk Makam SI Sragen, Makam yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, Selasa (25/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari


TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Warga Sragen pasti tidak asing dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) SI, yang berlokasi di Jalan Sukowati.

Makam tersebut tepat berlokasi di tepi Jalan Sukowati, di Kampung Sidomulyo, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan/Kabupaten Sragen.

Selama ini masyarakat hanya mengenal dengan Makam SI saja, tanpa mengetahui apa kepanjangan dan maknanya. 

Menurut Juru Kunci Makam SI, Suprapto mengatakan SI kepanjangan dari Syariat Islam. 

Baca juga: Pecel Jamur Terkenal dan Legendaris di Depan UMS Sukoharjo, Sehari Bisa Habiskan 60 Kg Jamur

"Kepanjangannya Syariat Islam sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda," ujarnya saat ditemui di Makam SI, Selasa (24/5/2022). 

Berdasarkan catatan sejarah, Makam SI memiliki luas 18.990 meter persegi yang meliputi 5 RT di wilayah Kampung Sidomulyo, yakni RT 42, RT 43, RT 44, RT 45, dan RT 46.

Makam SI bisa menampung sampai 5.000 makam, yang saat ini kapasitasnya sudah terisi 4.000an makam, atau sudah 90 persen. 

Diceritakan, keberadaan makam tersebut merupakan ide dari pemilik pertama Pabrik Gula (PG) Mojo, yakni Willibald Dagobert van Nispen. 

Willibald saat itu memprakarsai adanya pembagian makam menjadi 3, yakni makam pribumi (makam SI), makam khusus warga Tionghoa atau bong, dan makam khusus warga Belanda atau kerkhof pada tahun 1928-1929.

Baca juga: Rezky Aditya Punya Anak dari Wanita Lain, Citra Kirana Tulis Pesan Akan Selalu Bersama Sang Suami

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved