Berita Solo Terbaru

Gibran Akan Bongkar dan Pindah Pasar Kabangan Solo, Reaksi Pedagang : Sebenarnya Tak Mau,Tapi Pasrah

Pasar Kabangan yang jadi ikon penjualan barang daur ulang di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan itu hendak dibongkar lantas pedagang dipindah.

Tayang:
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Agil Tri
Pedagang duduk di depan Pasar Kebangan di Jalan Dr. Rajiman No.519, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jumat (27/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Puluhan tahun mengadu nasib di Pasar Kabangan Solo, kini pedagang harus berpikir lagi berjualan di tempat baru.

Kenapa begitu? Karena Pasar Kabangan di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan itu hendak dibongkar lantas pedagang dipindah.

Pedagang di Pasar Kabangan, Edi mengatakan, rencana relokasi Pasar Kabangan sudah ada sejak era Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Wali Kota Solo.

"Tapi enggak jadi, lalu pas jamannya Pak Rudi juga sempat ada wacana juga," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (28/5/2022).

Menurut dia, di era FX Hadi Rudyatmo, Pasar Kabangan akan dijadikan taman kota dan pedagangnya akan di relokasi ke Pasar Jongke.

Namun sejak saat itu tak ada lagi sosialisasi atau pertemuan pedagang dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tentang revitalisasi itu.

Menanggapi mencuatnya kembali relokasi Pasar Kabangan, dia mengaku pasrah.

"Ya kalau direlokasi sih kita sebenarnya tidak mau, tapi kalau pasar direvitalisasi, tidak apa-apa, asalkan kita bisa tetap berjualan di sini," ucapnya.

Baca juga: Riwayat Pasar Kabangan Laweyan Tamat di Era Gibran, Dibongkar Jadi Lahan Parkir Kampung Batik

Baca juga: Pasar Kabangan yang Jual Barang Daur Ulang Dibongkar, Gibran : Untuk Parkir Kampung Batik Laweyan

Pedagang jerigen dan tong plastik sejak tahun 1988 itu mengatakan, lokasi Pasar Kabangan sangat strategis, ditambah Jalan dr. Rajiman kini sudah berlaku 2 arah.

Selain itu, di pasar Kabangan juga disediakan area untuk mereka produksi.

"Kalau dipindah ke Pasar Jongke, apakah juga akan disediakan tempat untuk produksinya?" Ucapnya.

"Ya kalau bisa kita gak usah diotak-atik, biarkan kita di sini saja," harap dia.

Rencana Gibran : Pindah ke Pasar Jongke

Riwayat Pasar Kabangan Solo yang identik sebagai tempatnya jual tong sampah, drum plastik, sampai ceret, bakal berakhir.

Pasar itu bakal dibongkar.

Pasar yang berada di Jalan Dr. Rajiman, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan atau depan Kampung Batik Laweyan akan dialihfungsikan.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka membenarkan, Pasar Kabangan akan dibongkar demi mendongkrak pariwisata di Kampung Batik Laweyan.

"Kita juga butuh membersihkan Pasar Kabangan," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (27/5/2022).

"Nanti lahan Pasar Kabangan khusus untuk parkir Kampung Batik Laweyan," tambahnya.

Jika mengacu pada konsep sebelumnya, maka pedagang di pasar Kabangan akan dipindahkan ke Pasar Jongke.

Sebab Pasar Jongke juga akan dilakukan revitalisasi oleh Pemkot Solo.

Jarak pasar Kabangan dan pasar Jongke sekitar 500 meter.

"Tapi nunggu DEDnya dulu," ujarnya.

Baca juga: Pedagang Nekat Jualan Dipinggir Jalan Pascapenutupan Pasar Hewan di Prambanan, Patroli Digencarkan

Baca juga: Profil Alief Syafrizal, Pelatih Persis Women : Eks Pemain Persegres U-21 & Tangani Akademi Arema FC

Pasar Kabangan sendiri banyak menyediakan berbagai keperluan rumah tangga yang terbuat dari plastik, karet, alumunium, dan logam.

Barang dagangan yang diperdagangkan tidak semuanya buatan pabrik, tetapi ada yang barang-barang dari hasil kepiawaian para pedagang yang memanfaatkan barang bekas.

Dari sejumlah studi literasi yang didapat TribunSolo.com,  pasar Kabangan disebut-sebut sudah ada sejak era penjajahan Belanda.

Pasar ini konon dibangun sejak pemerintahan Paku Buwono IX.

Sebelum dikenal sebagai pasar Kabangan, dulunya dikenal sebagai Pasar Laweyan.

Program Prioritas Gibran

Wali Kota Gibran Rakabuming Raka membeberkan '10 Titik Prioritas Pembangunan Kota Solo' yang menjadi kebanggaanya.

Dari 10 titik itu, 2 proyek di Kota Bengawan tersebut saat ini sedang berjalan yakni Masjid Raya Al Zayed dan Eleveted Rail.

Adapun 10 titik itu disampaikan Gibran di hadapan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo dan para kader PDIP usai Mider Projo di Loji Gandrung, Jumat (14/5/2022).

"10 Titik Prioritas Pembangunan Kota Solo ada yang tahun ini, kebanyakan tahun ini, ada tahun 2023," kata Gibran kepada TribunSolo.com.

Meski begitu, Gibran memastikan 10 Titik Prioritas tersebut akan selesai tepat waktu.

"On time semua, tenang saja, untum masjid hampir selesai, tinggal nunggu pernak-pernik import," ungkapnya.

Berikut 10 Titik Prioritas Pembangunan Kota Solo :

1. Pembangunan Masjid Raya Al Zayed

Masjid yang dihibahkan oleh Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed Bin Zayed Al-Nahyan itu sudah saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Di bangun sejak Maret 2021 itu, selain membawa nilai-nilai islam, Gibran mengatakan bangunan ikon religi ini akan berdampak pada ekonomi Kota Solo.

Baca juga: Mider Projo Keliling Solo Pakai Sepeda Bersama Gibran dan Kader PDIP, FX Rudy : Konsolidasi Partai

Baca juga: Selain Ganjar, Rudy dan Gibran Juga Absen Dalam Halalbihalal DPD PDIP Jawa Tengah

2. Pembangunan Islamic Center

Masih menjadi satu kesatuan dengan Masjid Raya Al Zayed, Islamic Center juga menjadi prioritas pembangunan di Kota Solo.

Rencananya, Letak Islamic Center tidak jauh dari Masjid Raya Al-Zayed.

3. Pembangunan Elevated Rail Simpang Tujuh Joglo

Menjadi salah satu lokasi yang rawan macet di Kota Solo, Simpang Tujuh Joglo bakal diurai dengan pembangunan ELevated Rail.

Bahkan, Nantinya akan menjadi rel layang terpanjang di Indonesia yang dibiayai pemerintah pusat dengan anggaran sekitar sebesar Rp 980 miliar.

Diharapkan, rel layang tersebut dapat mempermudah mobilitas masyrakat dan mengurai kemacetan serta mengangkat perekonomian Kota Solo.

Baca juga: Kebakaran Gudang Rosok yang Buat Ibu Hamil Pingsan di Solo Dapat Perhatian Gibran: Nanti Kami Bantu

Baca juga: Ketua DPP PDIP Nusyirwan hingga FX Rudy Temui Gibran di Loji Gandrung, Bahas Apa? 

4. Revitalisasi Solo Tecknopark

Solo Terkapark sendiri berlokasi di sekitar kampus UNS dan ISI Surakarta diharapkan menjadi pengembangan UMKM pelatihan cyber scurity.

"Disini nanti ada pelatihan cyber scurity, pelatihan garming, pusat research and development produk buatan Indonesia,” ungkapnya.

5. Revitalisasi Ngarsopuro dan Gatot Subroto

Kawasan Ngarsopuro hingga jalan Gatot Subroto bakal di sulap Gibran menjadi kawasan bagi wisata baru di Kota Solo.

Kedepan kawasan tersebut akan menjadi sentra UMKM dan eksplorasi budaya serta akan ada area pementasan seni budaya.

Gibran menyebut, kawasan Ngarsopuro hingga Jalan Gatot Subroto bisa diadu dengan Malioboro, Yogyakarta.

6. Revitalisasi Kebun Binatang Jurug

Usai lebaran, Gibran berencana melakukan revitalisasi Taman Satwa Taru Jurug.

Baca juga: Ketua DPP PDIP Nusyirwan hingga FX Rudy Temui Gibran di Loji Gandrung, Bahas Apa? 

Baca juga: Alasan Sistem Zonasi di CFD Solo, Gibran : Agar Jalan Slamet Riyadi Tak Dipenuhi Sampah Usai Acara

Dirinya mentarget, revitalisasi tersebut berlangsung selama 6 bulan. Dan bisa kembali dibuka pada akhir tahun nanti.

Ke depan, kebun binatang kebanggan wong Solo itu akan dijadikan lebih modern serta menampilkan hewan-hewan seperti di habitatnya.

7. Revitalisasi Selter Manahan

Kawasan Stadion Manahan memang dikelilingi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) baik disisi utama dan barat.

Menjelang pelaksanaan piala dunia 2023, kawasan tersebut akan dibersihkan. Hanya sisi barat di Jalan KS Tubun yang masih dipertahankan.

Menurut Gibran, Perencanaan penataan Shelter Manahan sebagai ruang publik yang lebih tertata dan modern, sehingga lebih nyaman untuk aktivitas olahraga.

8. Revitalisasi Lokananta

Lokananta menjadi salah satu lokasi bersejarah di kota Solo. Menjadi studio rekaman pertama di Indonesia, Lokananta akan dijadikan creative hub akan ada penambahan fasilitas pendukung pementasan musik, baik indoor maupun outdoor.

Serta sarana dan prasarana kegiatan rekreasi dan edukasi mengenai perkembangan musik dan ragam koleksi Lokananta.

9. Revitalisasi Taman Balekambang

Taman Balekambang akan ditata menjadi pusat kebudayaan Jawa.

Penataannya meliputi perbaikan dan penambahan fasilitas rehabilitasi seperti gedung kesenian, ruang parkir, area Partini Tuin dan art work area open stage.

Menurutnya, pemkot telah menyiapkan masterplan penataannya meliputi perbaikan dan penambahan fasilitas. Destinasi ini siap diadu dengan Borobudur.

10. Revitalisasi Sentra IKM Mebel Gilingan

Pasar mebel Ngemplak Gilingan akan menjadi Sentra Industri Kecil Menengah (IKM).

Menurut Gibran, revitalisasi dimaksudkan untuk peningkatan kualitas mebel sekaligus menjadikannya sebagai pusat mebel layak ekspor.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved