Berita Solo Terbaru

Potensi Pendapatan Retribusi Solo Sebesar Rp 9 M Hilang, Dampak Ratusan Reklame Tak Berizin 

Anggota DPRD Solo Ginda Ferachtriawan menyoroti hilangnya potensi pendapatan retribusi Pemerintah Kota Solo senilai Rp 9 miliar.

TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Anggota DPRD Solo, Ginda Ferachtriawan, Kamis (17/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Anggota DPRD Solo Ginda Ferachtriawan menyoroti hilangnya potensi pendapatan retribusi Pemerintah Kota Solo senilai Rp 9 miliar pada tahun ini akibat ratusan reklame tak berizin. 

Hal ini dikatakannya usai menilik web Sistem Informasi Reklame (Sipolar) oleh Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Solo yang belum lama diluncurkan. 

Dari Sipolar, Ginda mendapati ada 178 reklame dari 624 yang tidak berizin di Kota Solo.

Baca juga: Reaksi Gibran Tahu Ratusan Reklame di Kota Solo Tak Bayar Retribusi : Cari dan Tagih Semua!

Baca juga: Cara Mengurus Izin Reklame, Mulai dari Syarat Pengajuan hingga Prosedur Pembayaran

"Itu berarti ada 28,5 persen reklame yang tidak berizin. Saya rasa itu angka yang cukup besar dan dapat menghilangkan potensi pendapatan dari retribusi yaitu sebesar Rp9 miliar di tahun ini," kata Ginda, kepada TribunSolo.com, Selasa (31/5/2022). 

Politikus PDI Perjuangan itu sebenarnya mengapresiasi aplikasi berbasis web Sipolar untuk pemasangan dan pengurusan reklame. 

Sebab semangatnya adalah untuk transparansi dan agar masyarakat mengetahui dan bisa ikut memantau.

Baca juga: Misteri Baliho Siluman di Kota Solo : Ratusan Reklame Iklan Ternyata Tak Bayar Retribusi ke Negara

Hanya saja, ada beberapa problem yang harus diperbaiki karena Sipolar ini hanya bisa menunjukkan aspek izin dan retribusinya. 

"Padahal ada reklame yang tidak berizin tapi sudah membayar pajaknya, sehingga menjadi tidak nyambung dengan data pajaknya," kata Ginda. 

"Sebaiknya data sipolar dapat di-link dengan data pajak reklame, jadi datanya menjadi lebih mudah untuk dipahami," tambahnya. 

Selain itu, anggota Komisi VI DPRD Solo itu menyarankan pentingnya terus update data reklame dalam Sipolar. 

Dia mendapati di beberapa lokasi tercantum hanya ada satu reklame dalam Sipolar. Namun kenyataan di lapangan ada lebih dari satu reklame. 

"Jangan sampai data yang disajikan secara transparan justru malah berkesan menutupi reklame yang sesungguhnya ada. Khusus terhadap 178 reklame yang tidak berizin, mohon untuk dapat segera ditindak lanjuti dengan tindakan yang tegas," pungkasnya.

Gibran Minta Reklame Tak Berizin Segera Ditagih Retribusinya 

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved